Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Karawang, Berikut Penampakan Puing Pesawat Serta 9 Faktanya

0
63
Tribun

Kabar duka dari dunia penerbangan terjadi lagi di Indonesia. Kini pesawat Lion Air JT-610 yang terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang kehilangan kontak beberapa menit setelah take off. Diketahui pesawat tersebut masih terbilang baru dan sudah beroperasi sekitar 2.5 bulan lalu. Berikut faktanya:

  1. Lion Air itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Kemudian mengalami lost contact pada pukul 06.33 WIB. Info ini dibenarkan oleh Airnav yang sudah berkoordinasi dengan Kemenhub.

2. Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara, Sindu Rahayu dalam keterangan tertulis, pesawat sempat meminta return to base (kembali ke bandara semula) sebelum akhirnya hilang dari radar.

3. Situs FlightRadar24 memperlihatkan rute perjalanan pesawat JT 610 yang terlacak. Pesawat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta melewati Provinsi DKI Jakarta ke arah utara. Pesawat melintasi utara Jakarta dan perairan Teluk Jakarta hingga ke arah timur laut di Jawa Barat.

Flightradar24

Titik terakhir pesawat Lion Air JT 610 ada di perairan sebelah utara Karawang. Rute pesawat Lion Air JT 610 digambarkan dengan garis hijau. Garis hijau itu berakhir di perairan sebelah utara Karawang tersebut. Situs FlightRadar24 adalah situs asal Swedia yang memperlihatkan perjalanan pesawat komersial secara real time. Ini bukan merupakan informasi resmi dari pihak berwenang.

4. Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot serta 5 Flight Attendant.

5. Menilik detik-detik terakhir data penerbangan JT 610 dari Flightradar24, terlihat bahwa pada pukul 6.31 WIB lewat 10 detik pesawat mencapai ketinggian 5.450 kaki dengan kecepatan 324 knots.

Ketinggiannya merosot menjadi 4.900 kaki dengan kecepatan 322 knots pada pukul 6.31 WIB lewat 25 detik. Sekitar 10 detik berselang, dengan kecepatan masih tetap, ketinggian JT 610 sudah berkurang menjadi 4.850 kaki. Penampakan terakhir JT 610 di Flightradar24 adalah pada pukul 6.31 WIB lewat 45 detik. Saat itu kecepatannya bertambah jadi 345 knots padahal ketinggiannya kian merosot jadi 3.650 kaki. BMKG mendapat informasi bahwa pada saat pesawat jatuh, ketinggian terbang masih di bawah 10.000 kaki.

Penurunan ketinggian dan peningkatan kecepatan ini dikonfirmasi oleh Flightradar melalui akun Twitternya. Mereka mengaku tengah mengunduh dan memproses data ADS-B yang ditransmisikan dari pesawat.

6. Pukul 09.30 puing pesawat ditemukan di perairan Karawang oleh kapal Pertamina Hulu Energi, Senin (29/10/2018). Barang yang ditemukan di antaranya lifejacket pesawat dan beberapa barang pribadi penumpang, seperti handphone. Koordinat temuan barang di 5 derajat 46 menit 15 detik south dan 107 derajat 07 menit 16 detik east. Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi membenarkan info temuan tersebut. Saat ini Basarnas masih berupaya melakukan evakuasi.

Detik

7. Keluarga penumpang sudah berdatangan di Bandara Pangkal Pinang. Duka menyelimuti mereka hingga tangis yang tak terbendung. Mereka berkumpul di depan pintu kedatangan. Beberapa duduk lemas di kursi bandara dengan tangis dan beberapa lagi sibuk menelepon untuk mengecek keberadaan sanak keluarganya. Mereka berjubel menunggu setiap informasi yang diberikan petugas bandara sambil tidak lepas dari layar televisi yang menayangkan live jumpa pers Basarnar dan KNKT.

Detik
Detik

Petugas bandara mengecek data penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta menuju Pangkal Pinang di bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Detik

8. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dirinya berencana untuk langsung meluncur ke Bandara Soetta di Cengkareng untuk mengecek langsung peristiwa tersebut. Dia ingin mengetahui secara detil perkembangan soal jatuhnya pesawat Lion Air tersebut. “Oleh karenanya kami sudah membuat satu crisis center di Terminal 1 Soekarno-Hatta,” katanya ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (29/10/2018).

“Saya juga akan ke sana untuk melihat, bagaimana status pesawat itu dan bila ada suatu yang tidak dikehendaki bagaimana Basarnas dan KNKT melakukan suatu upaya pertolongan. Kami prihatin dan masih tetap berusaha doakan agar kemungkinan terbaik,” ujarnya.

9. Berdasarkan keterangan dari Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Soekarno, Senin (29/10/2018), berikut data dari pilot, kopilot, dan 5 awak kabin:

Pilot: Bhavye Suneja
Kopilot: Harvino
Senior Flight Attendant: Shintia Melina
Flight Attendant: Citra Novita Anggelia 
Flight Attendant: Alfiani Hidayatul Solikah
Flight Attendant: Fita Damayanti Simarmata
Flight Attendant: Mery Yulyanda

Pilot Lion Air Bhavye Suneja (Pic: Detik)

Sementara data penumpang belum dikonfirmasi nama-namanya, tapi beberapa di antara penumpang ada beberapa karyawan PT Timah, 20 pegawai Kemenkeu (12 di antaranya merupakan pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan), dua auditor andalan BPKP dan tiga orang hakim yaitu hakim tinggi PT Pangkalpinang, Kartika Ayuningtyas Upiek dan Hasnawati, serta hakim PN Koba, Ikhsan Riyadi. Ikhsan berangkat beserta keluarga.

Sumber: Detik.com

Written by: Moccamellow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here