Silahkan kalau Mau Poligami, Tapi…

0
345

Sebelah saya nggerundel, “Cara makan aja mengikuti sunah rosul. Tapi kalau rosul menikahi janda-janda tua kok tidak diikuti ya.”

Maksudnya, sunah rosul sampai detil aja diikuti. Tapi kalau urusan poligami kenapa tidak detil. Jangan hanya diikuti asal istri lebih dari satu saja. Jangan hanya diikuti tidak ijin boleh, tapi siapa yang dinikahi juga harus diikuti-lah.

Saya langsung teringat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Susenas 2014 dan 2015. Data dari BPS menunjukkan, penduduk laki-laki di Indonesia mencapai 128,1 juta jiwa sementara perempuan sebanyak 126,8 juta jiwa.

Jumlah laki-laki di Indonesia secara keseluruhan 1,3 juta lebih banyak dibanding perempuan. Tidak ada lagi alasan poligami karena jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki.

Kalau kita melihat dari data berdasarkan usia, penduduk Indonesia yang berusia 65 ke atas memang lebih banyak perempuannya. Penduduk berusia 65 ke atas yang berjenis kelamin laki-laki hanya 2,78 juta jiwa, sedangkan perempuan 2.96 juta jiwa. Jadi 180 ribu jiwa lebih banyak perempuan di usia 65 tahun ke atas dibanding laki-laki.

Sumber: Katadata & BPS

Kalau memang niat mau menolong janda, janda di usia di atas 65 itu banyak. Jangan milih perempuan yang muda, kasihan para jomblo itu. Pasti kalah-lah dengan bapak-bapak yang tajir itulah.

Kalau sikap saya, silahkan kalau mau poligami. Tapi ‘mikir,’ jangan utamakan nafsu dan emosi.

Rasul tetap monogami sampai Siti Khadijah meninggal dunia.

Kalau kata teman saya, Niken Satyawati, “Rasulullah Muhammad SAW nenikah lagi dengan beberapa perempuan setelah Siti Khadijah wafat. Itu juga bukan perempuan ‘semox’ dan ‘semlohai’ tapi janda-janda yang butuh pelindung. Dan satu gadis karena putri dari sahabatnya paling dekat, yang dididik secara khusus untuk menjadi teladan bagi muslimah.”

Jikapun berniat menunaikan sunah, jangan lupakan sunah-sunah yang lainnya.

Jika berniat masuk surga, mengapa memilih masuk surga yang mengabaikan perasaan istri dan anak yang selalu menemani saat masa-masa susah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here