Angkie Yudistia Salah Satu Kartini Next Generation

0
559
Angkie Yudistia. Sumber foto: tempo.co

Siapa yang mengira perempuan cantik berusia  32 tahun ini ternyata adalah seorang tuna rungu. Angkie mulai kehilangan pendengarannya saat berusia 10 tahun. Pada masa-masa bersekolah di sekolah umum, Angkie banyak menerima ejekan dari beberapa temannya dan kerap kena marah guru karena sulit mendengar. Bahkan kadang ia terkucilkan.

Lulus SMA dokternya menyarankan untuk tidak melanjutkan kuliah karena dikhawatirkan stres akan memperparah pendengarannya. Namun, Angkie menolak saran itu dan tetap bertekad untuk berkuliah di Jurusan Periklanan London School of Public Relations, Jakarta. Ia berhasil lulus dengan IPK 3,5.

Tidak berhenti sampai situ, Angkie melanjutkan studi masternya di bidang komunikasi pemasaran. Setelah ditolak oleh puluhan perusahaan dengan alasan ia tidak bisa mendengar (menerima telepon), pada tahun 2009 Angkie berkesempatan bekerja di IBM Indonesia, bagian Marketing Communication. Lalu tahun 2010 ia bekerja sebagai corporate public relation PT Geo Link Nusantara.

Tahun 2011 Angkie bersama teman-temannya mendirikan Thisable Enterprise. Perusahaan yang berorientasi sosial-bisnis. Angkie ingin menunjukkan bahwa orang-orang disable punya kemampuan, mereka bukanlah tidak berguna. Thisable menyediakan tenaga kerja disable yang sesuai dengan kapasitasnya. Di sini mereka membuat program corporate social responsibility (CSR) bagi perusahaan-perusahaan. Beberapa penghargaan dan pencapaian sebelumnya:

  • The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008
  • Abang None Jakarta 2008, mewakili Jakarta Barat
  • Miss Congeniality oleh Natur-e
  • Delegasi Indonesia dalam acara Asia-Pacific Development Center of Disability di Bangkok, Thailand
  • Delegasi Indonesia dalam International Young Hard of Hearing (Perancis)

Di tahun 2011, dia menelurkan sebuah buku berjudul “Perempuan Tunarungu Menembus Batas” (“Invaluable Experience to Pursue Dreams”). Buku keduanya yang berjudul “Setinggi Langit” terbit di pasaran selang dua tahun kemudian. Di tahun 2019, Angkie meluncurkan buku ketiganya berjudul “Become Rich as Sociopreneur”.

Penghargaan bergengsi lain yang juga diraih Angkie adalah ia terpilih sebagai salah satu Kartini Next Generation tahun 2013, dari Kementerian Kominfo.

Dan kini, Presiden Joko Widodo telah memilih Angkie Yudistia, yang juga anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), sebagai salah satu Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (21/11/2019). “Saya minta Angkie juga menjadi Juru Bicara Presiden bidang sosial,” ujar Jokowi, dilansir dari laman Antara.

“Sekarang nggak ada yang aku tutup-tutupin lagi. Aku cukup bangga dilahirkan seperti ini. Aku memang beda, tapi aku yakin ada maksud dan tujuan Tuhan kenapa aku seperti ini…” (Angkie Yudistia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here