BTP Dibunuh

0
49
BTP. Source: titiknol.co.id

Pengamat politik dan aktivis media sosial Arif B. Santoso menilai adanya upaya “pembunuhan” terhadap Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Pembunuhan di sini bukan berarti membunuh secara harafiah, namun ‘pembunuhan’ ketokohan BTP sebagai sosok yang telah menorehkan prestasinya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, yang banyak menghasilkan kerja nyata yang fenomenal. Dari mulai normalisasi sungai di Jakarta hingga rapi dan bersih, rumah susun untuk warga tidak mampu, bus gratis bagi pemilik KJP, simpang susun Semanggi, dan membangun masjid-masjid hingga mengumrohkan para marbot masjid.

Dalam akun media sosialnya, Arif yang juga mantan jurnalis ini membeberkan pengamatannya bahwa ada upaya yang sengaja dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk “membunuh” ketokohan BTP di tahun politik yang panas ini. Berikut analisanya.

Jadi gini, perseteruan antar ahoker itu by design, bukan by accident.

Siapa yang menginisiasi?

Ada 2 kelompok.

Kelompok pertama, adalah para pendukung BTP yang sudah telanjur mengibarkan bendera putih dan ingin menjadikan BTP sebagai tokoh golongan mereka. Merekalah yang sejak awal berusaha mendorong pemerintah qq Jokowi untuk membela BTP dengan cara apapun. Mereka pula yang kemudian menghembuskan isu bahwa BTP dijadikan tumbal oleh Jokowi. Dan mereka kemudian menokohkan Veronica Tan sebagai simbol perlawanan baru. (Beberapa akun Twitter sudah kutandai).

Kelompok kedua, adalah lawan politik Jokowi yang menginginkan suara pendukung Jokowi terpecah. Minimal berusaha supaya para pendukung Jokowi lengah dengan perseteruan di kubu sendiri. Mereka ini menggunakan tangan inner circle BTP sendiri. Menyuarakan ketidak-sukaan atas keputusan BTP dan lain sebagainya. (Beberapa akun Twitter dan Facebook sudah kutandai).

Targetnya adalah, hancurnya reputasi BTP sebagai manusia maupun sebagai politikus.

Sebagian pendukung Jokowi masih berharap BTP dapat menambah perolehan suara. Sebagian lagi berharap BTP menikmati kebebasan yang sebebas-bebasnya.

Sementara BTP sendiri jelas menyatakan dukungannya kepada PDIP.

Untuk itulah skenario laknat ini dijalanan.

Dan hebatnya, kalian ikut larut di dalamnya tanpa berpikir jernih dan jeli.

‘Kaum dhuafa 212’ hanya mampu memenjara BTP selama 2 tahun. Kalian sudah dalam perjalanan untuk membunuh karakter BTP selamanya.

‘Maha benar netizen dan segenap sabdanya.’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here