Dalam Buku Biografi Terbaru, Pangeran Charles Mengungkapkan Kebohongan yang Direkayasa Putri Diana

0
138
Daily Star

Sebuah buku biografi kerajaan yang baru telah ditulis oleh Robert Jobson,  reporter kerajaan selama hampir tiga dekade dan telah menghabiskan 18 bulan menemani Pangeran Charles dalam tur resmi di seluruh dunia. Buku tersebut berjudul ‘Thoughts, Hopes and Dreams’ yang dirilis pada bulan ini, Oktober 2018, menjelang ulang tahun sang pangeran yang ke-70.

Buku ini disebutkan mengingkari mitos tentang lelaki yang akan menjadi Raja, menceritakan kisahnya yang utuh dan nyata, tidak seperti berita utama di koran-koran dangkal yang telah membuat Pangeran Charles menjadi karikatur selama bertahun-tahun. Tetapi mengeksplorasi karakternya yang kompleks, keyakinannya yang sangat dipegang dan pemikiran mendalam tentang agama – termasuk Islam – politik, layanan bersenjata, monarki dan konstitusi.

Biografi ini juga tidak lepas dari cerita asmara sang pangeran dengan Putri Diana, bagaimana pernikahan mereka digambarkan olehnya sebagai kesalahan besar. Ia membiarkan dirinya sendiri, Diana dan keluarga kerajaan untuk menjalani pernikahan ‘terkutuk’ ini meskipun keraguan yang luar biasa menghampirinya – yang pada satu titik membuatnya menangis. Buku ini mengungkapkan bagaimana Charles ingin menantang ‘kebohongan yang merusak’ tentang dirinya – yang menurutnya direkayasa oleh Diana sendiri.

Menurut Jobson, ‘lonceng alarm’ ini mulai berdering pada Charles selama beberapa pertemuan dengan Diana sebelum mereka menikah. Dia tampaknya menyadari bahwa mereka tidak kompatibel ketika Diana  ‘menatap kosong’ padanya seperti tidak mampu memahami ketika dia berbicara tentang rutinitasnya sehari-hari. Semakin dia melihat Diana, semakin pangeran tahu di dalam hatinya dia telah membuat kesalahan besar. Penulis juga mengklaim bahwa pangeran menemukan perubahan suasana hati dan temperamen Diana yang mengkhawatirkan dan tidak rasional yang mustahil untuk dihadapi.

Charles dikatakan telah memberi tahu teman-temannya, sambil mengusap air mata akibat frustasi: “Saya sangat ingin menggagalkan pernikahan, ketika selama pertunangan saya menemukan betapa buruk prospek ini, karena tidak memiliki kesempatan untuk mengenal Diana sebelumnya.” – Mereka hanya sempat bertemu 12 kali sebelum menikah.

Pangeran Philip juga telah menyatakan keprihatinan atas hubungan tersebut. Maka dari itu ia memberi tahu Charles untuk ‘menikahi Diana atau meninggalkannya’. 

Namun, terlepas dari keraguan yang luar biasa, Charles terpaksa meneruskan pernikahannya karena tahu bahwa memutuskan pertunangan hanya akan menjadi bencana. Keputusan tersebut adalah sesuatu yang masih disesalinya sampai hari ini dan dia telah menderita selama bertahun-tahun. 

Charles mengatakan dia tidak menyalahkan siapa pun – baik ayahnya maupun ibunya – karena ketidakmampuannya untuk mundur dari pertunangan. Sebaliknya, dia menyalahkan kegagalannya sendiri untuk mengenal Diana lebih dekat sebelum menikah.

Namun dalam satu hal, kesedihan itu dicocokkan dengan kemarahannya karena kebohongan di sekitar. Dia menyalahkan Diana untuk ini.
Kebohongan paling menyakitkan yang telah bergema selama bertahun-tahun adalah klaim bahwa ia telah ‘meresmikan’ Diana yang belum menikah di atas kereta kerejaan. Cerita itu tidak benar seperti yang lain – bahwa Camilla diselundupkan ke Istana Buckingham malam sebelum pernikahannya dengan Diana. Kisah lain yang ia sebut kebohongan termasuk klaim bahwa Camilla pernah dilempari roti oleh pembeli di sebuah toko di Chippenham, Wiltshire.

Ingrid Seward, pemimpin redaksi majalah Majesty, mengatakan: ‘Ini secara efektif menulis ulang cerita Charles dan Diana dengan interpretasi signifikan bahwa Charles dan Diana merasa pernikahan itu dikutuk dari awal.’

Setelah semua yang dialami, untuk saat ini Charles mengatakan dia menghormati cinta Pangeran William dan Pangeran Harry untuk ibu mereka dan cara mereka menjaga ingatannya tetap hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here