Ketika Sri Mulyani Tolak Chairul Tanjung

0
395

Simposium nasional bertajuk ‘Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa’ kemarin (14/08/2017) dihadiri oleh para tokoh nasional.

Pada sesi pertama simposium ini dilangsungkan diskusi bertema ‘Intoleransi, Ancaman bagi Kebhinnekaan dan Persatuan Bangsa.’ Narasumber dalam sesi ini adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid, dan Ketua UKP-PIP Yudi Latif.

Sesi kedua tak kalah seru. Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Ketum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, dan Ketum BPP Hipmi Bahlil Lahadalia, hadir sebagai pembicara dalam sesi ini.

Tema yang diangkat dalam diskusi kali ini bertema ‘Daya Saing Indonesia di Tengah Perekonomian Dunia’. Para pengusaha nasional di atas membahas mengenai bagaimana sesungguhnya kondisi perekonomian Indonesia saat ini dan daya saing Indonesia di tengah perekonomian dunia.

Hal yang paling menarik adalah saat Chairul Tanjung bercerita bagaimana sewaktu ia menjabat sebagai Menko Perekonomian di era SBY. Ia mengaku ketika berkunjung ke Amerika selalu makan malam bersama Sri Mulyani yang saat itu masih menjabat sebagai Direktur Bank Dunia.

“Saya dan bu Ani itu satu angkatan, kita sama-sama alumni pengusaha Indonesia, satu kali saya masuk bulan terkahir sebagai Menko, saya waktu itu ada di Washington mendampingi SBY dan kita punya dua malam, dan dua malam itu kita selalu makan malam bersama,” kata Chairul Tanjung.

“Karena temen seangkatan saya bilang gini, An lu balik aja ke Indonesia, karena lu temen gue, gue butuh bantuan lu,” ajak Chairul Tanjung.

Ajakan orang terkaya nomor 4 di Indonesia itu ditolak oleh Sri Mulyani saat itu. “Lalu Sri Mulyani bilang gini, gue balik ke Indonesia tapi gue lanjutin bisnis lu,” cerita Chairul Tanjung.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here