Perempuan Harus Berani Laporkan Pelecehan Seksual secara Online

0
1251

Pelecehan seksual itu bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat ternyaman seperti rumah maupun tempat kerja.

Namun banyak korban pelecehan seksual memutuskan untuk tutup mulut atas kejadian yang menimpanya. Hal ini terjadi dalam kondisi masyarakat yang masih sering menghakimi para korban secara sepihak, bahkan menyalahkan korban. Ditambah dengan tekanan dari pelaku, sehingga banyak korban memilih untuk berdiam diri.

Tak hanya secara fisik atau panggilan jahil, pelecehan seksual juga kerap terjadi di media sosial. Seperti yang baru saja terjadi pada Via Vallen baru-baru ini. Penyanyi dangdut tersebut dikabarkan menerima pesan bernada seksual dari pemain sepakbola yang diduga Marko Simic melalui akun Instagram-nya. Via kemudian melawan dengan cara mem-posting pelecehan tersebut dalam IG-story-nya. Tujuanya supaya si pelaku malu, jera, dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Via tentu bukan satu-satunya artis yang menjadi korban pelecehan melalui media sosial,  sebelumnya beberapa aktris wanita juga diketahui pernah mengalami hal serupa. Mereka pun berani melawan dengan mengungkap perbuatan tidak menyenangkan tersebut sebagai peringatan. Beberapa bahkan menindak hingga pelaku ditemukan dan meminta maaf.

Menganggap ‘lebay’ Via Vallen yang melawan dengan mem-posting pelecehan online tersebut sama artinya dengan mendukung atau memaklumi tindakan pelecehan, seperti yang dilakukan Nikita Mirzani, artis penuh kontroversi ini menganggap pengakuan Via Vallen sebagai tindakan lebay. Sebab menurutnya sebagai seorang public figure dan sebagai perempuan memang sudah menjadi resiko menerima perlakuan tersebut.

“Dilecehkan, dipegang baru, kalau cuma kayak gitu itu biasalah, namanya juga laki-laki. Tapi kalau menurut gue, that’s so lebay you know,” kata Nikita.

“Pelecehan seringlah, apalagi kalau di DM (direct message) Instagram. Itu kan konsekuensi sebagai artis ya, apalagi perempuan. Tapi kan kalau semuanya yang pelecehan di Instagram di DM itu semuanya di-posting, nyampah juga kali Instagram gue,” katanya.

Pada akhir tahun 2017 sebuah gerakan bertajuk ‘Gerakan #MeToo’ ramai di media sosial. Gerakan ini mengajak para korban kekerasan/pelecehan seksual untuk berani berjuang menuntut keadilan.

Gerakan #MeToo pertama kali dibawa oleh Tarana Burke, seorang aktivis asal Amerika Serikat. Kemudian gerakan disebarkan kembali pada akhir tahun 2017 setelah aktris Alyssa Milano mengajak para korban untuk berjuang.

Gerakan ini kemudian secara cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Korea Selatan.

Meskipun bukan yang pertama di Korea Selatan, pengakuan jaksa Seo Jihyeon pada Januari lalu membuat Gerakan #MeToo disorot penuh oleh media negeri asal Kimchi tersebut.

Pada 29 Januari lalu 2018, Jaksa Seo Jihyeon mengungkapkan kekerasan seksual yang ia alami. Ia mendapatkan pelecehan dari salah satu seniornya di Kejaksaan pada tahun 2010 lalu.

Gerakan #MeToo di Korea Selaran pada akhirnya membuahkan hasil, banyak aktris dan aktor yang turut mendukung gerakan tersebut. Sehingga para korban pelecehan yang berdiam kemudian buka suara.

Pengakuan mengejutkan dari Seo Jihyeon ini kemudian membuat korban-korban lainnya untuk berani menuntut keadilan. Salah satunya adalah penyair wanita Choi Youngmi.

Penyair Choi Youngmi menyampaikan kisahnya melalui puisi yang ia rilis awal bulan ini. Dalam puisi yang berjudul “Monster”, ia mengungkapkan pengalamannya harus menerima pelecehan disentuh oleh penyair senior yang ia tidak sebutkan namanya.

Meskipun dalam puisi tersebut tidak ada nama yang tercantum namun publik merujuk pada Penyair Senior Ko Un sesuai dengan detail yang dideskripsikan dalam puisi.

Setelah pengungkapan ini, Ko Un meninggalkan rumah serta studio menulis yang telah disediakan oleh pemerintah. Meskipun begitu Ko Un sendiri masih bungkam mengenai segala tuduhan yang menimpanya.

Kemudian berbagai pengungkapan bergulir, kali ini datang dari dunia teater. Seseorang tanpa nama mengungkapkan bahwa ia menerima pelecehan dari Lee Yountaek, seorang dramawan terkemuka.

Peristiwa itu terjadi sekitar 10 tahun yang lalu saat dirinya masih menjadi aktris. Pada saat itu seseorang tanpa nama yang kemudian terungkap sebagai Hong Seonjoo diminta untuk memijat Lee Yountaek.

Beberapa saat kemudian berbagai nama terkenal seperti penari tradisional Ha Yongbu dan sutradara teater Oh Taeseok diungkapkan pernah melakukan pelecehan seksual. Bahkan nama-nama aktor veteran seperti Jo Jaehyun, Oh Dalsu dan Jo Minki menerima tuduhan yang sama.

Aktor sekaligus dosen, Jo Minki, akhirnya mengakhiri hidupnya karena tak kuat menanggung malu karena terungkap telah menjadi pelaku pelecehan seksual kepada para mahasiswanya.

Di dalam negeri, selain Via Vallen, ada Gita Savitri, Youtuber cantik ini juga mengaku sering mendapat pelecehan seksual secara online. Beberapa waktu lalu Gita pun mengungkapkannya dalam sebuah video yang diunggah di Youtube. Salah satu pelaku diketahui kerap mengalamatkan pesan tidak senonoh dengan sebuah akun palsu.

Dalam video, wanita yang tengah menimba ilmu di Jerman itu pun menyayangkan banyaknya pria yang hanya melihat wanita dari tampilan fisik. Apalagi tak sedikit pula orang yang meremehkan pelecehan seksual verbal tersebut hanya karena dilakukan secara online.

Ada pula Citra Soeroso, ia juga menerima pelecehan seksual di media sosial. Ketika itu, Citra dikatakan sebagai artis porno oleh seorang pria dalam sebuah komentar unggahan Instagram. Akhirnya pria tersebut melakukan permintaan maaf yang kemudian direkam dan diunggah Chico di Instagram-nya.

Pelecehan seksual online tentu tak hanya terjadi di Indonesia. Penyanyi asal Malaysia ini pun pernah bernasib serupa. Wanita yang kini tinggal di AS tersebut sering mendapat pesan bernada seksual selama enam bulan terakhir. Pelaku pun sebenarnya sudah diblokir namun selalu kembali dengan akun baru. Beberapa waktu lalu, melalui akun Twitter-nya Yuna mengajak para follower untuk membantu melaporkan pelaku.

Penyanyi Adiezty juga pernah mengalami hal serupa. Pelecehan seksual terjadi saat wanita yang pernah berprofesi sebagai penari itu sedang siaran langsung di Instagram. Istri Gilang Dirga tersebut mendapat komentar tidak senonoh mengenai bagian dadanya. Ketika itu, komentator langsung dilacak dan informasinya dibeberkan di media sosial. Tak lama, pelaku pun meminta maaf pada Diezty dan Gilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here