Perempuan Lajang Lebih Bahagia

0
344

Sepertinya masalah anak muda sekarang itu soal punya pacar dan gak punya pacar. Seakan kalau memiliki pacar maka hidup jadi lengkap, padahal belum tentu bahagia.

Hal yang bikin gak bahagia kan orang-orang yang menganggap ‘jomblo pasti nelangsa’. Padahal tidak ada susahnya untuk punya pacar, suami atau tidak. Itu biasa saja.

Perempuan yang telah lama melajang, semenjak hubungan spesial terakhirnya dengan laki-laki, pada akhirnya terbiasa untuk tidak menjadi bagian dari kehidupan orang lain (laki-laki/kekasih).

Perempuan seperti ini akhirnya menjadi paling bahagia, karena mereka telah belajar untuk merasa nyaman dengan kesendirian mereka. Mereka bisa menghabiskan malam di tempat tidur sendiri dan masih tidur nyenyak. Mereka bisa berbelanja pakaian atau mengambil makanan tanpa merasa canggung karena tidak ada orang di sekitar yang mengomentari tindakannya.

Mereka akhirnya menjadi yang paling bahagia, karena mereka punya waktu untuk fokus pada diri mereka sendiri, bertindak egois (tanpa harus bertengkar dengan orang terdekat), untuk mengetahui apa yang sebenarnya penting bagi mereka. Mereka tetap berhubungan dengan teman mereka dan bukannya ‘nelangsa.’ Mereka mengejar impian mereka dan bukannya melepaskannya. Mereka adalah para peraih impian yang penuh gairah.

Mereka akhirnya menjadi yang paling bahagia, karena mereka telah membentuk kemandirian mereka. Mereka punya cukup uang untuk membayar uang sewa dan pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesejahteraan mereka sendiri. Mereka selamat. Pandai berimprovisasi, cerdas dengan sarana untuk memenuhi hidup mereka sendiri.

Mereka akhirnya menjadi yang paling bahagia, karena mereka menyadari bahwa cinta tidak dimaksudkan untuk menjadi pusat alam semesta. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menjadi satu-satunya hal di pikiran mereka, alasan untuk bangun di pagi hari dan untuk pergi keluar pada malam hari. Alih-alih mengejar laki-laki, mereka mengejar harapan dan impian mereka. Mereka mengejar masa depan yang mereka tahu pantas mereka dapatkan.

Perempuan yang tetap lajang untuk jarak waktu yang lama tidak keberatan berapa lama mereka tetap lajang, karena mereka terbiasa hidup seperti itu. Mereka tidak keberatan dengan gagasan untuk tidak pernah menikah. Mereka baik-baik saja dengan ide untuk selalu hidup sendiri. Mereka menyambut keheningan. Mereka cukup kuat untuk tidak hanya menanganinya – tapi nikmati saja.

Dan jika perempuan seperti di atas kebetulan menemukan seseorang, tentu pilihannya itu adalah laki-laki yang bisa mendorong mereka maju. Seseorang yang mendorong mereka untuk terus berjuang, tidak menyerah dan membiarkan dia mengambil alih sebagai pencari nafkah. Ini akan menjadi seseorang yang bahagia karena dia memiliki kehidupan sendiri, rencana hidupnya sendiri, dan bahwa dia tidak akan pernah mengorbankan hal-hal itu untuk cinta.

Gadis-gadis seperti ini tidak akan pernah kehilangan rasa individualitas mereka. Mereka tidak akan pernah membiarkan harapan, impian, atau moral mereka goyah agar sesuai dengan orang yang mereka temukan.

Mereka hanya akan berkencan dengan seseorang yang membuat mereka merasa lebih kuat dari sebelumnya. Seseorang yang membuat mereka lebih bahagia dari sebelumnya – meskipun mereka cukup bahagia untuk memulai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here