Perempuan Wajib Tau Kenapa Anak Menjadi Target Narkoba

0
46
pixabay

Maraknya berita tentang penyebaran narkoba di kalangan anak dan remaja tentunya meresahkan kita sebagai orang tua. Bagaimana tidak? Acapkali media mengangkat kasus narkoba yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Papua, Kasman, mengingatkan bahwa Keluarga memiliki peranan besar dalam pencegahan peredaran narkoba. Orang tua diharapkan mengawasi putra-putrinya di mana pun mereka berada.

Sebagai tindakan pencegahan, orang tua (ayah dan ibu) harus memahami bahaya narkoba sehingga bisa menjelaskan hal tersebut kepada anak-anak.

“Pengetahuan tentang narkoba penting buat anak-anak kita, bukan hanya ganja, narkotika, namun juga bahan adiktif lainnya seperti rokok, miras dan obat-obat terlarang lainnya,” kata Kasman.

Orang tua, terlebih Ibu, juga harus peka terhadap perubahan perilaku anak maupun lingkungan sekitarnya.

Kasman mengatakan bahwa anak-anak menjadi sasaran empuk pengedar narkoba, karena alasan berikut:

  1. Anak-anak yang terjerumus narkoba, berawal dari pemberian cuma-cuma dari oknum pengedar yang dikemas dalam permen atau makanan lainnya. Akibatnya anak-anak lambat laun ketagihan, menjadi pecandu, dan kadar yang dikonsumsi pun semakin meningkat
  2. Bila anak-anak terjerumus narkoba, mereka akan sulit dijerat oleh hukum, karena masih berada di bawah umur. Anak-anak berada di bawah Undang-undang Perlindungan Anak.
  3. Anak-anak memungkinkan diperalat/dimanfaatkan untuk mengantarkan barang haram tersebut dari bandar kepada pengedar. Modusnya cukup sederhana, yakni dengan iming-iming memberikan upah berupa uang atau hadiah lainnya, tanpa anak tersebut mengetahui apa isi bungkusan tersebut.

Lebih lanjut, Kasman mengatakan, “Anak – anak yang terjerumus dalam narkoba sebenarnya adalah korban dari penyalahgunaan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.”

“Anak – anak terkena narkoba, bisa jadi karena faktor ekonomi dan faktor lingkungan,” kata dia.

Dicontohkannya anak-anak membeli jajanan permen narkoba yang dijual oleh oknum pengedar di depan sekolah. Selain itu, anak-anak terkena narkoba karena pengaruh negatif teman sebaya. Perhatian orang tua yang kurang, dapat menyebabkan anak-anak mudah terkena pengaruh miras, rokok, dan obat-obatan terlarang, bahkan narkotika.

“Selaku orang tua, kenali anak kita. Kalau ada ciri mencurigakan laporkan kepada instansi terkait: puskesmas, rumah sakit atau BNN. Kedua, kalau anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, jangan panik, karena semua ada solusinya. Kita pergi ke instansi terkait, jangan justru memarahi atau memukul anak yang bisa menyebabkan trauma berat,” kata Kasman.

Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut tips dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Papua, Kasman sebagai upaya pencegahan narkoba pada anak. Pertama, ajarkan dampak narkoba pada kesehatan anak-anak. Kedua, perkuat harmonisasi hubungan keluarga.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here