Ribuan Perempuan Dukung Gerakan #RokokHarusMahal

0
44

Diawali dari Hari Kartini, tanggal 21 April lalu, ribuan perempuan mengkampanyekan gerakan #RokokHarusMahal di Kota Tua, Jakarta. Tujuannya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok. Seperti yang kita tahu, harga rokok saat ini masih terjangkau oleh anak-anak sekolah dan sangat mudah didapat.

Hasil survey dari Badan Pusat Statistik dalam beberapa tahun terakhir, menyatakan bahwa di Indonesia, rokok saat ini sudah menjadi barang konsumsi terbesar ke dua setelah beras, jauh mengalahkan pengeluaran untuk pendidikan, kesehatan juga lauk pauk, di mana seharusnya lebih diutamakan karena banyak sumber protein yang sangat dibutuhkan anak-anak. Sungguh disayangkan, karena mengonsumsi rokok selain berbahaya untuk kesehatan, juga berakibat pada beban ekonomi, baik dalam skala mikro (keluarga) maupun makro (Negara).

Selain itu, menurut WHO, harga rokok di Indonesia adalah yang termurah di dunia. Bahkan di warung-warung tertentu, banyak yang menjual rokok seharga 5.900 atau taktik penjualan yang menyediakan rokok batangan. Dengan begini, tentu saja menjadi penarik minat anak-anak yang masih dalam tahap ingin mencoba sesuatu yang baru dan terpengaruh dengan jargon ‘merokok itu kelihatan keren dan manly’.

Gerakan #RokokHarusMahal dipelopori oleh aktivis anti tembakau dan pegiat sosial yang mendesak pemerintah untuk mengendalikan konsumsi rokok, yaitu dengan cara menaikkan harga setinggi-tingginya (minimal 50.000 rupiah). Hal ini juga menguntungkan dalam segi pengentasan kemiskinan dan mengurangi gizi buruk di Indonesia.

Dalam keluarga yang perekonomiannya rendah, kecanduan nikotin dari rokok juga menyebabkan terabaikannya kebutuhan yang lebih pokok. Misalnya, seorang ayah yang mengutamakan pengeluaran rokok sehingga mengenyampingkan biaya sekolah atau membeli susu untuk anaknya.

Sejak dideklarasikannya gerakan ini, sedari kemarin Twitter pun dipenuhi dengan hashtag #RokokHarusMahal disertai dukungan dari berbagai kalangan dengan menyuarakan kampanye tersebut. Bertujuan dengan harapan banyak orangtua yang lebih aware terhadap kesehatan anak-anaknya dan menjaga perekonomian keluarga. Secara global, juga untuk menyelamatkan bangsa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here