Sayembara Pantofel Sandi Uno yang ‘Ngawur’

0
326

Apa yang ada di benak pembaca dengan kata ‘pantofel’ di dalam judul di atas?

Sepatu untuk kerja?

Simak bagaimana seorang kolumnis Della Anna menuliskan apa sebenarnya ‘pantofel’ tersebut.

Tulisan yang benar seharusnya ”PANTOFFEL”. Berasal dari bahasa Belanda, yang artinya sandal (jenis selop). Jadi pantoffel yang benar adalah sandal atau sepatu ringan utk dipakai di dalam rumah atau ruang tidur untuk bersantai.

Pantoffel terbuat dari bahan ringan yang hangat, biasanya dari bahan seperti selimut atau kanvas, atau kain satin. Memang gunanya utk menghangatkan kaki di dalam ruangan dan yang memakai biasanya juga sedang memakai ‘piyama atau baju tidur. Oleh karena memang pantoffel itu diciptakan untuk dipakai pada saat bersantai di dalam rumah atau ruang tidur.

Nah, Sandi Uno mengadakan sayembara pantofel untuk beliau pakai kalau ke kantor atau blusukan?

Hahaha….

Ini bisa jadi bahan tertawaan garing, oleh karena pantoffel itu bukan sepatu resmi untuk melakukan tugas resmi seperti ke kantor. Apalagi blusukan. Karena seorang pejabat yg akan blusukan seperti Pak Wakil Gubernur ini tentunya harus mengenakan sepatu yang kuat bahan materialnya. Namanya juga blusukan, sikon (situasi dan kondisi) area tentunya akan lain dengan di dalam ruangan ber-AC dan berlantai licin.

Jadi, kalau sampai pantoffel diciptakan untuk masuk kantor atau sampai blusukan ke kampung-kampung atau daerah rawan banjir, maka pantofel itu berarti pantoffel ajaib. Belum pernah sepasang pantoffel kelayapan menjalankan tugasnya untuk blusukan apalagi pergi ke kantor.

Pantoffel akhirnya diadopsi ucapannya menjadi pantofel. Inilah kenang-kenangan dari jaman kolonialisme.

Akan tetapi, meski pantoffel diadopsi menjadi pantofel dalam bahasa Indonesia, ia tetap saja sepasang pantoffel, yaitu sandal selop atau sepatu ringan untuk dipakai di dalam rumah atau ruang tidur.

Mbok ya sekali lagi baca, cari asal usul kata pantofel agar tidak menjadi bahan tertawaan publik. Apalagi pantofel ini kelak dipakai untuk bekerja atau blusukan. Enaknya memang blusukan pakai sepatu karet atau sepatu khusus kerja yang kuat materialnya, dan bukan sandal selop. Sebab sepatu kerja itu harus memenuhi kriteria keamanan (safety) untuk kaki.

Or, barangkali Sandi memang bermaksud sebenarnya, ia ingin memakai pantoffel, sandal selop yang ringan dan santai saja. Yang pentin ‘santun dan keberpihakan.’ Ya sudah, santai saja dengan sandal selop a.k.a pantoffel.

Iya bener juga deh, 5 tahun ke depan memang warga DKI Jakarta akan terhibur oleh ‘komedi’ Gubernur dan Wagub barunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here