Set Your Free

0
73
pixabay

Belum lama saya mengunjungi teman dekat yang sering saya jadikan tempat curhat. Bukan hanya teman dekat namun dia juga sekaligus motivator, tukang komentar, si banyak gaya pokoknya mulutnya pedes namun tetap memiliki sisi baik.

Status WA dia malam ini.

“Demi kebaikan anak-anak.”

Singkat cerita, saya suka dengan gaya hidup teman dekat saya itu. Sebut saja namanya Sri. Ibu beranak dua yang memiliki usaha laundry. Kami bertemu saat acara motivasi agen asuransi. Orangnya ceplas-ceplos, tangguh dan mandiri. Meskipun berbeda umur, kami tetap nyambung dengan hal-hal tertentu terutama masalah bisnis.

Beliau juga tidak sungkan menceritakan kehidupan rumah tangganya kepada saya. Saya tahu, sudah tiga kali per tahun ini memang Bu Sri mengajukan perceraian namun ditolak oleh pihak pengadilan. Alasannya karena suami masih bisa menafkahi.

Jika dilihat, memang benar nominal yang diberikan suami ibu Sri lebih kecil dibandingkan dengan pendapatannya melalui usaha laundry maupun asuransi. So, dia bisa hidup sendiri tanpa suaminya.

Itu hanya salah satu dari beberapa alasan perceraiannya. Setelah mendengar cerita yang sebenarnya, ternyata suami ibu Sri menafkahi perempuan lain. Saya mengatakan bahwa jangan dipertahankan lelaki macam itu.

“Kalau kamu tahu, lelaki itu sudah sejak lama dia berganti-ganti perempuan. Malahan, aku pernah mergokin dia sejak hamil anak pertama. Batin ini terlalu berat untuk menahan,” kata dia dengan ketegarannya, tanpa air mata sama sekali.

Dengan menyimak ceritanya, saya menyimpulkan. Sudah berapa lama beliau menyimpan kelabu hatinya. Sejak mengandung anak pertama, hingga kini anak pertamanya tumbuh berumur 12 tahun dan memiliki adik yang berumur empat tahun. Jika dibayangkan, betapa beratnya, namun dijalani dengan ikhlas.

Memang mereka tidak setiap hari bertemu karena suaminya merantau. Kehidupaan rumah tangga yang berat. Menurut saya benar jika harus berakhir di meja hijau, kalaupun diteruskan akan semakin menyiksa batin.

Saya juga yakin Bu Sri lebih mampu menghidupi kedua anaknya tanpa suami. Mungkin saat ini saja proses perceraian belum berakhir. Tahun baru ini memang kelabu bagi teman saya tersebut. Belum bisa menjalani status baru dan terbebas dari belenggu sakit hati.

Apa daya, beliau perempuan selalu menyimpan sisi lemahnya dengan hal positif. Mengurus anak dan menjalankan usaha menjadi pelipur lara yang bermanfaat.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here