Agama Jadi Komoditi Politik

0
104
Ilustrasi gambar: idntimes

Bagiku agama itu adalah urusan dengan Sang Pemberi Hidup, Tuhan, Allah, Sang Hyang Widhi. Ajaran-ajaran agama kita anut dan kerjakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Kesucian ajaran agama yang kita anut sepatutnya kita jaga, dengan perilaku kita yang sesuai dan yang tertulis dalam kitabnya. 

Namun sejak beberapa tahun belakangan ini, di kancah perpolitikan Indonesia, rupanya agama menjadi sebuah komoditi yang sanggup meraup untung banyak. Banyak para elite politik yang memakai isyu agama agar dapat memperoleh simpati banyak pengikutnya. Ada pula yang sengaja membuat isyu-isyu agama agar masyrakat menjadi benci lawan politiknya.

Seperti pemilu 5 tahun lalu, saat Bapak Jokowi diisyukan bukan islam. Namun seiring waktu terlihat foto Pak Jokowi melakukan ibadah haji, isyu berganti, yang disyoroti adalah cara berpakain ihram beliau yang salah. Ini hanya salah satu contoh di antara sekian banyak isyu menyangkut agama yang dilontarkan beberapa pihak untuk menjatuhkan lawan politiknya.Dan banyak lagi isyu-isyu agama lain hanya untuk kepentingan menarik simpati masyarakat.
Intinya, agama menjadi komoditi dalam perpolitikan selayak pisang goreng di musim hujan yang laris manis dibeli orang.

Lalu salah siapa sebenarnya ini?. Kalau mengukur salah benar pandangan hidup orang tidaklah mudah, dan hampir semua orang akan beralasan mereka benar. Semua bergantung pada hati nurani, sebab kedalaman nuranilah sebagai penyaring semua tingkah laku kita dan sebagai penilai yang tepat untuk tindak tanduk kita. Kecuali hati nuraninya sudah terkontaminasi hal-hal yang tidak wajar seperti ambisi dan keegoisan. Maka sudah bisa dipastikan nuraninya tidaklah mampu bekerja dengan baik.

Semua pihak wajib meluruskan segala hal yang menyangkut agama sebagai komuditi politik ini. Entah itu para ahli agama, elite politik, dan tokoh masyarakat. Yang paling utama sebenarnya adalah masyarakat itu sendiri. Andai masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isyu agama dan meletakkan kepercayaan beragama orang lain sebagai hak azasi yang wajib dihormati maka para politikus akan menuai zonk saat menggelontorkan isyu-isyu agama.

Mungkin kedepannya di negeri ini mulai diajarkan cara berpolitik dengan baik  dan benar. Beradu tentang visi misi mereka saat memilih politik sebagai alat untuk turut mengabdi terhadap nusa dan bangsa. Dan bukan malah menambah kisruh dan keresahan pada masyarakat dengan isyu-isyu murahan.

So… mari ciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas, yang sanggup menetukan pilihan tanpa terprovokasi isyu-isyu lebay soal agama, agar tercipta kehidupan yang damai sesuai dengan azas negeri yaitu Pancasila.

**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here