Ahok Tamat di DKI, Muncul “Ahok” Muda, William Aditya

1
3245

Sejak malam kemarin hingga hari ini 30/10/2019, netizen dan publik Jakarta ramai membahas berbagai kejanggalan dalam Rancangan APBD DKI Jakarta untuk tahun 2020.

Anggaran untuk pembelian lem Aibon untuk anak sekolah sebesar Rp 82 miliar, anggaran untuk pembelian ballpoint untuk anak sekolah sebesar Rp 123 miliar. Tentu saja netizen langsung bereaksi keras mengkritisi RAPBD tersebut. Buntutnya, website APBD DKI Jakarta mendadak tidak bisa diakses publik. Website APBD DKI yang dibuat oleh Gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) guna memberikan transparansi anggaran pemprov kepada publik menjadi penting dewasa ini untuk mengontrol celah penyimpangan yang selama puluhan tahun tak pernah diketahui oleh masyarakat.

Adalah William Aditya Sarana, masih berusia 23 tahun, yang telah memelototi RAPBD DKI Jakarta selama 2 bulan ini. Dan akhirnya diungkaplah alokasi-alokasi anggaran yang sangat janggal dalam RAPBD DKI untuk tahun 2020.

William berhasil menjadi anggota DPRD dari PSI, Partai Solidaritas Indonesia besutan Grace Natalie, seorang keturunan Tionghoa, yang sejak awal konsisten mendukung kinerja dari Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Sama dengan BTP, William juga seorang keturunan Tionghoa, dan ia beragama Kristen. Banyak orang menyebut ia “double minority” atau ‘minoritas ganda’. Jika soal usia juga bisa dianggap sebagai minoritas di kancah politik DPRD, maka William menyandang triple minority.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here