Alumni SMA Katolik Bantu Masjid Luar Batang dan Anak Yatim Piatu

0
575
Panitia berpose di SMA Santa Ursula sebelum ke Masjid Luar Batang. Tengah berbaju biru: H. Datuk Sweida. Foto: dok. Fika Rosemary.

Kemarin, (13/5/2018) luka kelam kembali tertoreh pada bangsa Indonesia. Baru saja kita kehilangan para pahlawan dari kepolisian akibat serangan teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob yang membunuh 5 polisi dengan keji, disusul pembunuhan polisi lainnya. Pada Hari Minggu pagi yang tenang di saat umat kristiani sedang beribadah ke gereja, 3 bom bunuh diri meledak menewaskan 13 orang dan melukai 41 orang di Surabaya. Banyak korban yang masih hidup mungkin akan menderita kelumpuhan seumur hidupnya

Meski kejadian tersebut terjadi di Surabaya, tak urung Polda Metro Jaya menerapkan Siaga I di ibukota RI ini.

Peristiwa yang menyentak hati nurani di seluruh Indonesia (bahkan dunia) ini ternyata tidak menyurutkan tekad para alumni SMA Katolik di Jakarta untuk melaksanakan kegiatan sosial yang telah direncanakannya. Sekitar 40 orang dari Masyarakat Katolik Jakarta yang terdiri dari Alumni SMA Santa Ursula, Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia/AAJI (Loyola, De Britto, PIKA) dan Kelompok WAG RI 1, kemarin melakukan Kunjungan II Silaturahmi ke Panti Asuhan Yatim Piatu Masjid Luar Batang, Jakarta.

Dalam kesempatan itu mereka memberikan bantuan finansial dan kebutuhan peralatan sekolah untuk 230 anak-anak Yatim Piatu dari 3 RW di Luar Batang. Acara yang diawali dengan tausiah, dilanjutkan games seru dan menghibur untuk semua sehingga mencairkan suasana menjadi penuh keakraban.

Anak-anak yatim piatu di Masjid Luar Batang. Foto: dok. Fika Rosemary.

Ketua panitia kegiatan ini, H. Datuk Sweida Z. menjelaskan kepada peranperempuan.id, “Ke depan kami akan membantu Masjid Luar Batang untuk pengecatan masjid dan sarana pendukungnya, serta membuat perpustakaan untuk anak-anak. Selain itu untuk ibu-ibu di sekitar sini akan kami berikan pemberdayaan ekonomi seperti pelatihan menjahit dan memasak, sekaligus penyediaan sarananya. Tak sekedar pelatihan, setelahnya kami akan mendampingi ibu-ibu dalam memulai produksinya hingga pemasaran,” ujar alumni SMA De Britto angkatan ’73 ini.

Untuk bidang pendidikan, para alumni SMA Katolik ini juga akan memfasilitasi beasiswa, “Diutamakan bidang kejuruan bagi anak-anak Panti Asuhan,” ujar Datuk.

Pihak RW di wilayah Masjid Luar Batang dan Pengurus Panti menyambut baik rencana ini dan akan menyiapkan data serta mengajukan program yang menjadi prioritas mereka.

Tak ada yang mengira di Minggu pagi ada luka, namun kemanusiaan tidak mengenal perbedaan suku, ras, agama dan antar golongan. Kasih sayang sesama manusia tak kan kalah dengan kebencian segelintir orang yang salah jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here