Skip to main content
Categories
BeritaPendidikanPolitik

Anak TK Bercadar dan Bersenjata, Apa Maksudnya?

Video parade perayaan hari kemerdekaan di Kabupaten Probolinggo itu mendadak viral. Karena ada anak-anak dari TK Kartika Probolinggo, yang mengikuti karnaval tersebut. Alih-alih memakai baju adat atau profesi, seperti yang biasanya dipakai oleh peserta karnaval budaya, mereka justru memakai seragam bercadar, lengkap dengan senjata laras panjang.

Entah apa yang ada di pikiran para pendidiknya, yang justru sengaja ’mendadani’ mereka dengan pakaian seperti itu.

Jika menilik alasan yang diberikan oleh sang kepala sekolah, yaitu karena memanfaatkan atribut yang ada sejak tahun lalu, serta demi ’meneladani’ jaman perjuangan Rasullulah, kok rasanya seperti mengada-ada ya?

Ya maaf-maaf saja,

Pertama, jaman rasullulah, nggak ada tuh, yang namanya senjata laras panjang. Lagipula ini kita ngomong perayaan kemerdekaan jew, jelas-jelas para pejuang kita dulu memakai bambu runcing dan senjata seadanya lainnya. Lagipula ini TK Kartika, juga dibawah Kodim, apa iya, Kodim kekurangan figure pejuang kemerdekaan untuk dijadikan role model TK di bawah naungan mereka?

Yang kedua, ini ngomong bocah lo ya, bocah-bocah kecil, lugu, lucu dan imut, yang ibaratnya sama seperti kertas kosong. Kok ya dipakein baju kaya gitu, alesannya memanfaatkan atribut yang ada pula. Memangnya mereka nggak bisa pakai baju seragam saja, kalau memang alasannya memanfaatkan atribut yang ada?

Lagipula, ini kenapa juga si, bocah-bocah ini diajari permainan perang-perangan pakai replika senjata beneran pula. Bukankah ada banyak pilihan, selain didandani macam para pemberontak Isis perempuan, kenapa tak diajarkan lagu-lagu perjuangan saja, untuk dinyanyikan sepanjang jalan.

Yang paling parah lagi, pernyataan kepala sekolahnya, yang katanya tak mengajarkan kekerasan dalam hal ini. Bagaimana mungkin, seorang anak, dikenalkan dengan kata perang, lengkap beserta senjata-nya (meski mainan), dibilang tak diajari kekerasan? Logikanya apa ngga terbalik judulnya?

Sebagai orangtua, sudah selayaknya dan sepatutnya memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya. Menyedihkan rasanya, di tengah iklim kondusif di negara ini, anak-anak ini, tak diajarkan tentang arti perdamaian, tapi justru dikenalkan dengan peperangan. Mereka adalah buku polos, kertas putih tanpa coretan apapun, kitalah para orangtua, yang bertanggung jawab mengisi kehidupan mereka dengan hal yang baik.

Menurut saya, pernyataan maaf kepala sekolah TK Kartika Probolinggo, dengan disertai alasan-alasan yang dibuat-buat tersebut, hanyalah sebuah pembenaran. Apa salahnya sih, meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat, cukup dengan minta maaf, dan berjanji tak usah mengulanginya lagi, ketimbanng mencari pembenaran dengan berbagai alasan.

Dan ada satu hal yang menarik, saat kepala sekolah TK Kartika mengatakan, bahwa ini adalah pakaian properti tahun lalu, yang sempat dipakai untuk memenangkan perlombaan Drum Band antar TK. Berarti, pakaian tersebut, bukan kali pertama dipakai oleh para siswa dalam parade karnaval perayaan hari kemerdekaan.

Pertanyaannya, kok bisa, sejak tahun lalu, sudah ada, dan lolos begitu saja?

Web kolaboratif, konten adalah tanggung jawab penulis (Redaksi)

Subscribe our newsletter?

Join Newsletter atau Hubungi Kami: [email protected]

Inspirasi
BelanjaKarirKecantikanKehidupanKeluargaIndeks
Let's be friends