Aries Susanti Rahayu, Juara Panjat Tebing Dunia 2018

0
84
Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu (tengah), berhasil menjadi yang tercepat dalam IFSC WorldCup Series Chongqing, China.(Dok. FPTI)

Aries Susanti Rahayu hanyalah gadis sederhana dari pelosok Grobogan, Jawa Tengah. Namun Hari Minggu lalu (6/5/2018) ia mengejutkan dunia. Untuk pertama kalinya Merah Putih berkibar di level tertinggi olahraga panjat tebing dunia. Setelah Aries Susanti Rahayu berhasil menjadi juara dan menyabet emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing – IFSC World Cup 2018 di China.

Aries Susanti Rahayu. Sumber gambar: metrotvnews.com

Indonesia yang dipandang sebelah mata dan relatif sebagai pendatang baru di dunia panjat tebing langsung menggebrak lewat performa Aries dengan mencatat waktu tercepat di babak kualifikasi Speed Climbing. Performa gadis tersebut terus meningkat dan mengalahkan lawan-lawan tangguh di babak-babak berikutnya dari Perancis, Kanada, Jepang dan berbagai negara lainnya yang sudah lebih dahulu populer menekuni olahraga ini.

Hingga akhirnya di final ia berhadapan dengan atlet tangguh dari Russia, Elena Timofeeva. Elena adalah peringkat 3 kejuaraan dunia sebelumnya di Moscow. Dengan luar biasa Aries meniti poin demi poin di papan panjat. Gadis berkerudung yang biasanya gemulai ini begitu perkasa melesat bagaikan spiderwoman melawan gravitasi hingga akhirnya mencapai puncak papan panjat setinggi 50 ft dengan catatan waktu 7.51 detik saja!

Sedangkan atlet Russia harus puas dengan perak dengan catatan waktu 9.01 detik. Aries pun menjadi juara dan Indonesia Raya bergema di China. Ia pun kini bertengger di puncak teratas seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018.

Tak kalah membanggakan, rekannya Puji Lestari juga menyabet juara ke-3. Puji Lestari dalam partai perebutan juara ketiga nomor speed world record perorangan putri, menorehkan waktu 8,11 detik. Ia mengalahkan Anna Tsysannova dari Rusia yang gagal meraih puncak karena terpeleset.

Indonesia tampil dominan dalam final nomor speed world record baik perorangan putra maupun putri. Dari 14 atlet yang turut bertanding, sembilan diantaranya masuk final. Kedigdayaan Tim Indonesia ini sempat dicuitkan oleh akun twitter IFSC (International Federation of Sport Climbing).

Ketua Umum PP FPTI (Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia), Faisol Riza, mengaku terharu dengan perjuangan para atlet di Chongqing, China. “Saya nangis, Mas, terharu. Enggak bisa berkata-kata,” kata Riza seperti dikutip Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here