Artis dalam Bisnis di Balik Kelambu

0
138
Ilustrasi: pixabay

Tessa Ayuningtyas

Terbangun di hari Minggu dan heboh gegara kasus celebrity prostitution. Lhadalah pada ke mana aja, dari zaman purbakala sebelum Nabi Isa lahir, jual beli apem, serabi, terong dan timun mah udah ada.

Tarifnya 80 juta, mahal amat?! Mahal-murah itu relatif Sayyy, bisnis ini kan memanfaatkan ego para pria, namanya ego itu lebih mudah dipermainkan dibanding pasar saham. Pinter-pinternya yang jualanlah itu.

Waktu itu ada Grab yang cerita, pekerjaan dia sebelumnya jadi driver artis dan politisi, sudah biasa transaksi seperti itu. Beberapa tahun lalu aja, artis AA yang udah beranak lebih dari 3, sekali pakai minimal Rp100 juta (tarifnya), belum termasuk biaya hotel, uang belanja dan tiket pesawat.

Dan ego pria itu tidak sebanding dengan performa aslinya. Ini kata riset lho ya, yang mewawancarai 500 pasangan dari 5 negara yang berbeda, the average time taken to ejaculate during intercourse was around 5.5 minutes. Apakah benar dan valid penelitiannya? Mbuh deh. Coba tanya yang udah married, pas indehoy dimenitin pake stop watch.

Intinya kan waktunya singkat, 5.5 menit, lah gue masak + makan mie instan aja lebih lama dari itu. Ya best bet buat si abang yang nyewa, kalau dia minum viagra, mentok-mentok terongnya kuat 3 jam lah.

Dari sini aja otak bisnisnya harusnya udah jalan kan. Hukum bisnis itu kan bagaimana dengan cost yang serendah-rendahnya mendapatkan profit yang setinggi-tingginya. Modal si artis juga ya sebenernya gak terlalu murah-murah amat. Treatment kecantikan, pengencangan serabi, mungkin suntik filler, plastic surgery, dll. Kan musti eye-pleasing buat pelanggan. Belum lagi kalau pelanggannya yang punya fetish aneh-aneh macam 50 Shades of Grey dan resiko terkena STDs. Semua pekerjaan ada resikonya kan.

Saya di sini tidak bermaksud membenarkan praktek prostitusi lho. Cuma ya kalau ada kasus gini, itu mbok ya pembelinya ikutan di(berikan) sangsi, kalau cuma mucikari sama PSK-nya yang diciduk, namanya demand is the king, gak akan hilanglah itu prostitusi. Besides, ada yang jauh lebih penting, prostitusi yang melibatkan human, children trafficking, tangkep tuh sexual predators pedophiles yang masih banyak berkeliaran.

Lalu buat cewe-cewe yang merasa dikibulin dimanfaatkan karena cuma diiming-imingi omongan gombal dan cinta, mamam tu cinta. Everything in life has its price darling, so how you value yourself with or without dignity is up to you.

Selamat Hari Minggu dan salam Wikwikwik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here