Bahaya Ektremisasi Agama dan Segregasi Umat

0
107

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita tentu bisa secara gamblang melihat bahwa kini telah terjadi ekstremisasi agama yang mengarah kepada segregasi umat di Indonesia. Padahal dulunya kita tidak begini. Kita hidup damai sejahtera, semua orang bisa beribadah dengan baik, lancar dan dilindungi.

Tapi memasuki tahun politik, plus adanya kebencian dari mereka-mereka yang ‘dirugikan’ oleh cara Pak Jokowi memerintah, mereka lalu mulai mengoyak-oyakan kedamaian kita dengan cara apapun, termasuk agama dan fitnah-fitnah di dalamnya.

Oleh karena itu adalah sebuah pil pahit yang harus ditelan oleh pemimpin bangsa ini, agar ia bisa membuat negara ini maju sekaligus merekatkannya kembali.

Pemilihan KH. Maruf Amin oleh Jokowi, dengan harapan, issue agama bisa diredam dengan mengajak sosok yang lebih bijak untuk mengatasi masalah bangsa ini. Ini bukan soal umat muslim saja. Jangan sesempit itulah memandangnya. Buat apa kita sekolah hingga kuliah capek-capek hanya untuk menjadi cetek rasa kebangsaannya. Meninggikan diri sendiri dan merendahkan yang lain.

Kalau kita tau permasalahan dan kondisi yang lebih besar mengancam bangsa ini di luar sana, ini gak main-main. Kalau sampai Kyai yang turun tangan, berarti ada sesuatu yang sudah siap “dibakar” dan perlu diredam dengan kesejukan.

Ini mungkin bisa mengatasi masalah segregasi umat yang mulai mengkhawatirkan. Makanya ada maksud yang sangat krusial mengapa beliau dipilih sebagai wakilnya. Insyallah semoga sampai tanggal 17 April nanti, hasilnya bisa menunjukkan yang hak dan bathil dengan sebenar-benarnya.

Saya menunggu tibanya masa, dimana semua orang yang “mabok agama,” ketika mereka sadar, mereka tau mereka diperalat oleh siapa.

Sudah sepantasnya kita yang lebih paham dan lebih pintar dari mereka yang mudah dibohongi oleh oknum-oknum pengguna agama seyogyanya memberikan pencerahan, dan bukannya memperkeruh.

Semoga dampak kerusakannya belum terlalu parah ketika kontestasi pilpres ini berakhir.

Insyaallah Indonesia masih toleran dan damai, meski harus berjuang keluar dari masalah primordial seperti belakangan ini, berbagai hoax dicekoki ke masyarakat.

Hanya DOA yang bisa menyelamatkan bangsa ini dari segudang niat jahat orang-orang di luar sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here