Skip to main content
Categories
Her StoryKemanusiaan

Bergerak Dalam Diam, KASAD Jendral Andika Perkasa Hatinya Seperkasa Namanya

Semalam (Sabtu, 18/4) saya mendapat kiriman video dari salah satu ajudan/supir DANPUSPOMAD bapak Rudi Yulianto, yang kebetulan salah satu rumahnya letaknya persis di depan rumah saya. Saya jelas penasaran, video apa yang malam-malam dikirimkan pada saya.

Saya langsung membuka dan menonton videonya hingga akhir. Dan…, video itu sukses membuat saya malam itu terharu dan menitikkan air mata.

Pagi harinya, saya perlihatkan video itu pada ibu, dan kami berdua pun sukses terharu bersama.

Dalam video, terlihat KASAD Jendral Andika Prakasa sedang teleconference dengan perawat-perawat di rumah sakit salah satunya berbicara dengan Mayor CKM Novianti dari Instalasi Gizi RSPAD. Mayor CKM Novianti mengaku bahwa sudah sebulan tidak pulang ke rumah. Belum lagi prrawat-perawat yang lainnya, meninggalkan keluarga, orang tua, anak, suani atau istrinya lebih dari sebulan, demi tugasnya merawat pasien virus Covid-19.

Saya melihat dalam video itu, KASAD Andika Perkasa matanya berkaca-kaca, wajahnya memerah menahan tangisnya.

KASAD jendral Andika Perkasa menahan tangisnya ketika melakukan teleconference dengan para perawat di RSPAD Gatoto Subroto.

Ah…, Seorang yang memiliki jabatan sebagai KASAD pun juga seorang manusia biasa yang mudah tersentuh perasaan haru. Beliau memiliki kepekaan sosial yang tinggi bagi sesama, terutama pada mereka yang berjuang untuk merawat dan menyembuhkan pasien yang tepapar virus Covid-19.

Istri KASAD, Hetty Andika Perkasa selaku Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana pun ikut menangis, mendengar curhatan tanaga medis di RSPAD Gatot Soebroto. Kemudian mereka mengirimkan madu yang sangat diperlukan untuk para perawat tersebut.

Berdasarkan kabar yang saya dapat, Jendral Andika Perkasa diam-diam sudah lebih dulu bergerak untuk membantu rumah sakit-rumah sakit yang ada di Yogyakarta. Mengirimkan Ribuan APD, ribuan botol hand sanitizer dan ribuan masker medis dia kirimkan ke DIY, tanah kelahiran mertuanya Jendral (purn) AM. Hendropriyono. Tapi tak ada satu mediapun meliputnya. Beliau bergerak dalam diam!

Lagi-lagi, Jendral Andika Perkasa memberikan sumbangan pribadinya berupa Alat Pelindung Diri seperti baju pelindung, masker medis dan juga hand sanitizer dalam jumlah belasan ribu yang dikirim secara bertahap ke Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada atau FK UGM, untuk membantu tim medis. Karena secara kebetulan putra dan putri beliau adalah lulusan di FK UGM. Itulah sebabnya mengapa beliau begitu memperhatikan tenaga medis.

Balik lagi ke soal video itu. Terdengar dengan jelas Ibu Hetty di tengah tangisnya berkata, “Apa yang kami berikan tidak seberapa dengan apa yang kalian lakukan!!!”, lalu Jendral Andika bertanya, “Sudah berapa lama Mbak tidak pulang?” Si Perawat atau dokter menjawab, “Sudah satu bulan Bapak!!”. Seperti spontan Pak Andika berkata, “Okey, Mamih kalau begitu mereka nih perlu ditambah lagi… pengorbanan mereka begitu besar!”. Dan langsung direspon oleh Ibu Hetty, “Apa maunya nanti WA ke saya, kasih tau saya ya…”.

Ya Allah…, menangis saya mendengarnya. Sebegitu besar perhatian seorang KASAD pada anak buahnya yang sedang berperang melawan virus Covid-19 ini.

Tak salah jika orang tuanya memberinya nama Andika Perkasa, karena ternyata hasil didikan orang tuanya, telah membuat seorang jendral berbintang empat itu memiliki hati yang perkasa, seperkasa namanya.

Hanya doa yang mampu diucapkan, agar kebaikan Jendral Andika Perkasa dan ibu Hetty, dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.

• RINA •

Seseorang yang doyan makan tapi bisa masak. Suka baca dan sedang belajar jadi penulis.

Share this with your friends

Subscribe our newsletter?

Join Newsletter atau Hubungi Kami: contact@aksaradigital.id

Inspirasi
BelanjaKarirKecantikanKehidupanKeluargaIndeks
Let's be friends