Cantik Berkulit Gelap

0
45

Nisa Alwis

“Live in the sunshine!”

Sekian lama kita di-drill bahwa cantik adalah “putih bersih”. Sampai orang berjuang suntik putih, pakai kosmetik pemutih, dan menghindari matahari. Putih ya bagus saja, tapi lain jika sampai pucat pasi. Bukan sehat malah sakit, kena Devisiensi Vitamin-D. Nyatanya banyak orang terlahir dengan kulit berwarna. Maka, cantik itu bisa juga “sawo matang bersih” bahkan “hitam bersih”.

Perempuan bersemangatlah untuk sehat, bukan untuk putih. Makan, minum, yang sehat (halalan toyiban), tidak lagi takut pada matahari. Justru perlu memberi kesempatan kulit langsung menyerap paparan sinar UV-B antara jam 10-15, barang 10-15 menit saja sehari. Ketika kulit terkena sinar matahari langsung, tubuh akan memproduksi vitamin D dengan membakar kolesterol yang ada di sel kulit. Ini gratis, melimpah, dan jauh lebih efektif dari sekedar kapsul vitamin saja.

Akibat kurang bersentuhan dengan sinar matahari, bukan hanya terhambat penyerapan kalsium dan fosfor, rawan pula terganggu kesehatan tulang, otot, serta jantung. Sistem kekebalan tubuh pun bekerja tidak normal, hinggaplah penyakit ringan sampai berat. Termasuk secara medis dinyatakan, kekurangan sinar matahari membuat orang lebih mudah marah, murung hingga depresi.

#SelamatPagi
#FeelTheLight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here