Cantik-cantik Kok Malas Baca Caption?

0
73
Ilustrasi: pixabay

Sering saya temukan belakangan ini, banyak sekali perempuan yang berakhir di-bully di sosial media karena asal berkomentar tanpa membaca caption.

Ini contoh perempuan yang asal komen tanpa baca caption. Pada caption dijelaskan, pendaki tersebut sudah ditegur oleh si perekam.

Masalahnya sangat sepele. Karena tak membaca caption, si perempuan tersebut asal mengomentari postingan dan berakhir dengan caci maki netizen lain. Ucapan kasar pun bermunculan dari para netizen, mulai dari kata ‘bodoh’, ‘tolol’, ‘kurang update’, ‘Si mbak ini cantik tapi kok malas baca?’, ‘cantik-cantik kok bego?’ dan kalimat cacian lainnya yang kadang membuat saya kasihan pada perempuan itu. Tapi jika dilihat lagi, tipe perempuan yang asal berkomentar tanpa membaca caption memang sangat menyebalkan di mata orang lain.

Contoh lainnya adalah seperti ini, sebuah postingan di Instagram berjudul “Perempuan Ini dan Kekasihnya Dianiaya Begal Tengah Malam.” Tanpa membaca caption, banyak netizen perempuan yang berkomentar seperti ini, ‘Makanya, jadi perempuan jangan keluyuran malam hari. Gini nih akibatnya kalau malam-malam keluyuran sama pacar.”

Komentar netizen tersebut memancing komentar makian dari netizen lainnya. Kenapa? Di caption dijelaskan, perempuan yang dianiaya tersebut bukan keluyuran tengah malam, namun dia ada di jalan raya tengah malam karena baru selesai bekerja dan diantar pulang oleh kekasihnya. Maka, jelaslah bahwa tidak membaca caption bisa membuat netizen menjadi bulan-bulanan netizen lain di sosial media. Jika sudah menjadi bulan-bulanan, hanya rasa malu yang akhirnya didapat.

Selain tidak membaca caption, ada hal lain yang sering membuat netizen perempuan menjadi bahan cacian di sosial media. Misalnya saja saat melontarkan pertanyaan yang menyangkut privasi orang lain. Pernah saya membaca postingan seorang penulis terkenal. Dia merasa tersinggung karena mendapat pertanyaan dari netizen di postingan Instagramnya. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini, ‘Sejak kapan kakak punya badan gemuk? Ada rencana gak buat ngecilin badan?’

Pertanyaan tersebut mungkin dilontarkan sebagai candaan, namun terkadang, pertanyaan tersebut membuat orang lain sangat tersinggung. Bagaimanapun juga, bentuk badan merupakan hal sensitif yang seharusnya tak usah disinggung, apalagi di sosial media dimana banyak orang bisa membaca komentar kita.

Masih banyak hal lainnya yang seringkali dilakukan perempuan di sosial media dan malah berujung cacian dari netizen lain. Kesimpulannya, sudah seharusnya kita lebih memperhatikan apapun yang kita tulis, apalagi di postingan orang lain. Ada kalanya hal kecil yang kita perbuat malah berbuah hal buruk di kemudian hari. Kita memang bebas berpendapat, namun apa salahnya jika kita lebih teliti dan menghargai orang lain? Berkomentar dengan teliti dan menghargai privasi orang lain adalah cerminan dari kesopanan dan kepribadian kita sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here