Dahsyat! DAMRI Dipimpin Emak-emak Catatkan Laba 350% dari Sebelumnya Merugi

0
727
Direktur Utama DAMRI Setia N. Milatia Moemin

“Akhir tahun 2018 lalu alhamdulillah DAMRI bisa mencetak peningkatan laba hingga 350%,” demikian dikatakan Direktur Utama Perum DAMRI Setia Nurul Milatia Moe’min pada presentasinya dalam Workshop Re-Branding Business Through Innovation dan Technology, Rabu kemarin 16/1/2019 di Neo SOHO Jakarta.

Setia N. Milatia Moemin yang baru setahun memegang tampuk Direktur Utama Perum yang telah berdiri sejak 1943, sebelum Indonesia merdeka, mengungkapkan kiat-kiatnya hingga BUMN yang bergerak di bidang transportasi darat ini bisa melonjak tajam keuntungannya.

Selain gemar berkeliling ke 59 cabang DAMRI yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia, terutama ke rute-rute perintis DAMRI dimana kadang melewati jalan tanpa aspal dengan medan yang sangat berat, Setia Milatia juga mulai membangun digitalisasi di berbagai sektor pekerjaan dalam perusahaan. “Dulu semuanya manual, serba paper works, sekarang kita less paper,” ujarnya.

Dalam tahun 2018 lalu DAMRI juga banyak berinovasi, dari mulai menerapkan sistem e-ticket bekerjasama dengan perbankan, bus kelas eksekutif yang sempat dijajal Jokowi saat uji coba menyusuri tol Jakarta-Surabaya, hingga bus hotel! Ya benar, hotel tapi di dalam bus. Saat ini baru dicoba di Belitung.

Dengan menata kembali aset DAMRI yang terbengkalai, membenahi berbagai kejanggalan operasional, perhitungan ulang terhadap budget pengeluaran, Dirut yang memiliki hobby handycraft ini mengatakan, “Ya inilah ‘the power of emak-emak’, kita kan detail menghitung pengeluaran, beli cabai aja kita tawar…,” candanya.

Sebagai catatan bahwa pada quartal ketiga tahun 2017 sebelumnya DAMRI masih merugi, hingga akhir tahun 2017 DAMRI mencatat laba sebesar Rp 7 milyar. Dalam satu tahun pembenahan DAMRI, beradaptasi dengan perkembangan jaman dan persaingan di bidang jasa transportasi maka kini keuntungan DAMRI paling tidak mencapai Rp 24,5 milyar.

Hal ini sangat bisa terjadi kalau dilihat dari persentase bidang jasa transportasi darat yang cukup besar porsinya.

“Manusia dari lahir hingga mati membutuhkan transportasi darat. Sepanjang hidup manusia lebih lama di darat daripada di laut atau di udara.” jelas perempuan tangguh yang telah puluhan tahun bekerja di dunia transportasi ini. Setia Milatia sebelumnya sempat menjabat sebagai Ketua Masarakat Transportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta periode 1998-2003. Setelah itu ia juga menjabat Country Director Institute for Transportation and Developmnet Policy (ITDP).

Dalam kesempatan itu Setia Milatia memaparkan road map Perum DAMRI dalam 5 tahun ke depan akan memantapkan diri dengan inovasi teknologi yang pada akhirnya data base juga bisa menjadi pemasukan bagi DAMRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here