Dinyinyiri Menghamburkan Uang Negara, Ini Daftar Keuntungan Asian Games

1
20159

Sejak diselenggarakannya pembukaan Asian Games di GBK, hingga saat ini acara tersebut masih menuai pro dan kontra karena dianggap menghamburkan anggaran Negara. Untuk open ceremony-nya sendiri diketahui menghabiskan biaya sebanyak 680 Milyar rupiah (US$ 55 juta). Namun ternyata biaya ini terbilang sedikit jika dibandingkan dengan acara serupa, seperti Olimpiade Rio tahun 2016 yang menghabiskan US$ 85 juta atau Olimpiade Athena yang menghabiskan biaya sebesar US$ 240 juta pada tahun 2004.

Meskipun biaya Asian Games di Indonesia jauh lebih murah, namun mampu menciptakan sejarah dengan desain panggung yang paling besar dan megah dibandingkan dengan acara serupa. Siapapun pasti terpukau dengan keindahan panggung yang terdapat gunung buatan lengkap dengan air terjunnya. Hebatnya lagi, mahakarya tersebut merupakan hasil kerja keras dari 350 anak bangsa. Sebanyak 175 bagian dibuat secara manual oleh pengrajin asal Bandung dan Jakarta. Semuanya tampak sempurna ketika penampilan yang disuguhkan benar-benar membuat merinding. Dari mulai tarian berbagai suku Indonesia hingga lagu-lagu daerah yang dinyanyikan.

Such an eyegasm and heartgasm in the same time!

Di luar pro dan kontra tentang anggaran acara ini, ternyata Asian Games banyak keuntungan dan berkahnya bagi Indonesia. Di antaranya:

  1. Pertumbuhan ekonomi nasional meningkat hingga 45 Trilyun lebih.
  2. Mengangkat usaha kecil dan menengah seperti perusahaan pembuat souvenir, perusahaan makanan dan minuman, transportasi dan jasa.
  3. Dengan ditunjuknya 15 perusahaan lokal sebagai pembuat souvenir, otomatis produksi perusahaan meningkat dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja baru. Jumlah serapan tenaga kerja yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan Asian Games ini mencapai 57.300 orang.
  4. Asian Games juga meningkatkan kedatangan wisatawan mancanegara hingga lebih dari 200.000 orang. Ini berdampak pada tingkat hunian di hotel-hotel.
  5. Sedangkan belanja para wisatawan tersebut diperkirakan mencapai 3.6 Trilyun Rupiah.
  6. Di Palembang yang juga menjadi tuan rumah Asian Games, kuliner pempek laku 7 ton per hari.
  7. Menjadi awal mula kebangkitan olahraga Indonesia. Direktur Utama Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno ( PPKGBK), Winarto, menjelaskan Asian Games dapat menjadi trigger dari banyaknya perubahan terutama terkait olahraga. “Bagi kami 2018 ini merupakan tahun kebangkitan olahraga di Indonesia. Sebelumnya kita sering dengar Asian Games tahun 1962 di mana atlet kita banyak prestasi secara global, tapi sayang beberapa tahun setelahnya makin melorot,” imbuhnya.

Bukti dari perkataan Winarto bisa dilihat hari ini, 27 Agustus 2018, karena Indonesia sudah mendapat 22 medali emas dan memasuki peringkat ke-4 setelah sebelumnya kejar-kejaran dengan Iran. Tentu saja ini menjadi pencapaian yang luar biasa karena sudah melebihi target yang awalnya mengejar peringkat ke-10 dengan pendapatan medali emas minimal 16 buah.

Keuntungan lainnya, sebagai warga negara Indonesia, kita disadarkan kembali bahwa Indonesia masih memiliki energi yang begitu kuat, kaya akan budaya dan memiliki semangat perjuangan. Kita patut berbangga hati melihat para atlet dari berbagai suku dan ras bersatu dan berusaha mati-matian demi menaikan citra Indonesia di mata dunia. Juga mereka yang ikut berpartisipasi menuangkan ide dan tenaga demi terlaksananya acara ini. Saya Indonesia dan saya bangga!

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here