Dirut Baru Telkomsel Ternyata Seorang Perempuan Penggemar K-Pop

0
11168
Emma Sri Martini. Foto by gatra.com

Emma Sri Martini, mantan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur, terpilih sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Seluler (Telkomsel) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kemarin, (29/5/2019).

Emma Sri Martani sebelumnya menjabat sebagai Dirut di PT SMI sejak 23 Februari 2009. Tugasnya di SMI adalah mengawasi keseluruhan operasi PT SMI, termasuk pengembangan strategi jangka panjang.

Namun siapa sangka di balik pekerjaan-pekerjaan besar yang ia tangani, Emma merupakan seorang ibu-ibu “K-Popers” (penggemar K-Pop). Hal ini pernah ia akui kepada radartasikmalaya.com.

Hampir semua konser boyband Korea Selatan di Indonesia pernah ditontonnya. ”Terakhir kali kalau nggak salah nonton Big Bang. Seru banget,” ujar perempuan 47 tahun itu.

Kegemarannya terhadap K-pop bermula dari putrinya. Awalnya, dia sekadar menemani sang putri yang ingin menonton konser boyband Korea. ”Dan ternyata banyak juga ibu-ibu kayak saya yang nemenin anaknya nonton konser. Sekali nonton, eh, ternyata keren juga ya. Sejak saat itu, saya menikmati banget sekalipun nggak gitu paham liriknya,” katanya, lantas terbahak.

Kesukaannya menonton konser berlanjut pada drama Korea. Emma cukup update mengikuti drama-drama Korea yang tengah hit. ”Kalau sekarang yang paling saya suka Descendant of the Sun. Itu bagus banget,” imbuhnya.

Karir panjang Emma, sebelum menjabat sebagai Dirut PT SMI, ia juga sempat menampuk jabatan sebagai Direktur Keuangan dan Dukungan di PT Perusahaan Pengelola Aset pada tahun 2004.

Emma juga pernah menjabat sebagai Komisioner PT Trans Pacific Petrochemical Indotama dari 2004-2009. Sebelumnya pada 2002-2004, Emma berkarier sebagai Senior Vice President di Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA).

Emma pun sempat lama berkarier di PT Kustodian Depositori Efek Indonesia sejak 1993 hingga 1998.

Ia sebelumnya mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika angkatan 1988.

Kemudian, ia memperoleh gelar master di Harvard Kennedy School Executive Education pada 2011 dengan konsentrasi pada bidang Infrastruktur dan Ekonomi Pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here