Gaji, THR, dan Diskon: Kombinasi Sempurna Penguras Dompet

0
66
pixabay

Menjelang lebaran, pendapatan seorang pekerja menjadi lebih banyak berkat Tunjangan Hari Raya (THR). Meski secara teknis kebutuhan tercukupi, tapi hal ini justru semakin menguras dompet lantaran diimbangi oleh berbagai diskon yang menggiurkan. Alhasil, dana tersebut hanya dihabiskan untuk belanja. Lantas, bagaimana agar tidak kalap?

Mike Rini selaku Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi mengatakan, “Agar seseorang tidak boros, dia harus mengetahui penyebabnya serta bagaimana hal itu bisa terjadi.”

Setelah itu, tips mengelola keuangan akan lebih mudah untuk diterapkan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membatasi waktu belanja atau berselancar di toko daring (dalam jaringan/on line). Kalau terlalu lama melihat-lihat, akan semakin tergiur berbagai barang, padahal tidak benar-benar dibutuhkan.

Selanjutnya, batasi uang yang dibawa saat berbelanja. Nominal ini akan membuat Anda fokus pada barang-barang kebutuhan, bukan keinginan lantaran masih ada uang sisa. Poin ini pun dapat ditunjang dengan membuat daftar belanja dan mencicil beli sebelum hari raya.

Nah, dari dana lebih tersebut, sisihkan juga untuk keperluan khusus hari raya semisal memberi uang saku sanak saudara. Sementara jika masih punya utang atau cicilan, manfaatkan THR sebagai pelunasan.

THR pun dapat dimanfaatkan sebagai tabungan dan ini cocok bagi Anda yang masih lajang dan berencana menikah dalam waktu dekat. Atau, kembangkan pendapatan dengan investasi dan modal usaha.

Dengan membatasi diri untuk berbelanja, Anda akan terhindar dari impulsive buying atau membeli tanpa perhitungan. Hal ini jelas memiliki dampak buruk, di mana berpotensi membuat seseorang untuk berutang demi menunjang gaya hidup yang tidak sesuai pemasukan. Selain merugikan diri sendiri, orangtua, pasangan pun ikut merasakan efeknya.

Sebagai motivasi lebih agar dapat mengontrol pengeluaran, anggap jumlah pemasukan sama seperti hari-hari biasa. Jangan gunakan THR untuk belanja yang merupakan kebutuhan pokok, lalu anggarkan untuk hal-hal lain. Sejatinya, diskon diberikan pada momen-momen tertentu, jadi jangan mudah tergiur pada strategi ini. Masih ada kesempatan lain, dimana pengeluaran tidak sebesar hari raya.

Sesuai namanya, tujuan THR diberikan adalah untuk membantu mengurangi pengeluaran. Jadi, jangan sampai besar pasak daripada tiang lantaran tergiur diskon, ya. Alangkah bijaknya digunakan sebagai pelunasan kebutuhan tambahan agar tidak menambah beban di kemudian hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here