Geliat Noken dalam Perkembangan Jaman

0
178

Noken telah dikenal sebagai tas asli Papua. Noken terbuat kulit kayu, namun ada pula yang terbuat dari benang nilon. Di Papua, khususnya di Kota Jayapura, dengan mudah noken bisa kita jumpai. Selain banyak yang menggunakannya, noken juga dijual di pinggir-pinggir jalan.

Biasanya, noken dijual oleh Mama-Mama asli Papua yang menggelar dagangannya di atas trotoar atau bahu jalan dengan alas yang sederhana. Sambil menunggu pembeli, acap kali ia memamerkan ketrampilannya menganyam noken atau merajut tas berbahan benang wol.

Peminat noken cukup banyak, demikian pula penjualnya yang tersebar di penjuru Kota Jayapura. Untuk menghadapi persaingan pasar, mereka pun membentuk komunitas. Salah satunya ialah Komunitas Aniya yang dibentuk pada tahun 2012 silam dan kini telah beranggotakan sekitar 200 orang.

Koordinator Komunitas Noken Aniya, Mama Merry Dogopia mengatakan saat ini anggotanya terbagi dalam 6 kelompok menurut wilayah.

“Anggota sudah 200 lebih di Kota Jayapura. Kami terbagi dalam 6 kelompok di wilayah Angkasa, Dok V, Argapura, Bhayangkara, Abepura dan Waena,” terangnya.

Mama Merry dan teman-temannya dalam Komunitas Noken Aniya berjuang bersama agar noken tetap eksis, bahkan bisa dipasarkan ke luar Papua. Untuk itu mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah dan mendapatkan pembinaan dari instansi lain, misalnya perbankan.

“Untuk mendukung pemkot Jayapura kami sedang membuat kantong belanja, sebagai ganti kantong plastik toko,” terang Mama Merry

Lebih lanjut, ia bercerita tentang kemitraan lain yang dibangun oleh komunitasnya. Mama-Mama Papua yang tergabung dalam komunitas tersebut, mendapatkan pelatihan dari Kantor Pos dan Lembaga Perbankan untuk pengembangan usaha mereka. Saat ini ia dan teman-temannya pun mulai untuk memasarkan usahanya secara online melalui media sosial Facebook. Selain berusaha menjangkau pasar yang lebih luas, mereka ingin agar noken juga dikenal pula oleh masyarakat di Luar Papua.

Jelang peringatan hari Noken yang jatuh pada 4 Desember mendatang, Komunitas Noken Aniya pun mempersiapkan sebuah pagelaran fashion show noken dan anyam rambut ala Papua, selain memamerkan produk kerajinan tangan mereka.

Agar noken semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat, Mama-Mama Papua yang tergabung dalam Komunitas Noken Aniya ini memiliki cita-cita yang luhur. Mereka berupaya mendorong pemerintah daerah agar membangun sebuah galeri khusus untuk memamerkan hasil karya mereka.

“Kami meminta kepada pemerintah agar ada galeri khusus untuk noken dan aksesoris Papua,” pintanya.

Selain untuk men-display ‘tas’ noken, para pengrajin noken juga ingin menampilkan kreasi lainnya, seperti tas rajut, aksesoris, baju hasil rajutan, dan berbagai souvenir lainnya hasil karya mereka. (YA)



Web Analytics Made Easy - StatCounter


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here