Hj. Hizbiyah Rochim, S.Sos.I., M.A., Peran Muslimat di Kancah Politik

0
126
Hj. Hizbiyah Rochim, MA.

Ditemui disela-sela rapat konsolidasinya dengan tim pemenangan di Rumah Aspirasi Hizbiyah di kawasan Kayu Manis Jakarta Timur, Bunda Hizbiyah (begitu redaksi menyapanya. red.) menerima redaksi peranperempuan.id dengan sangat ramah. Meski dalam kesibukannya untuk mengarahkan strategi dan langkah kerja timnya, Hj. Hizbiyah menyempatkan diri untuk berbincang sejenak di halaman belakang rumah tersebut.

Sosok seorang ibu yang memiliki latar belakang sebagai guru agama dan pendakwah ini, juga merupakan “macan organisasi”, kalau redaksi boleh menyebutnya demikian. Beliau cukup berpengalaman sejak muda di organisasi sayap NU. Dari mulai Fatayat NU, hingga menduduki jabatan sebagai Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta untuk 2 periode dari tahun 2000 hingga 2011.

“Dalam dunia politik yang banyak di-isi oleh laki-laki, kita harus kuat. Karena kerja-kerja politik sebagai anggota dewan itu tidak bisa kita bersuara sendiri. Kita harus banyak saling berargumentasi memperkuat pendapat kita bersama-sama anggota dewan lainnya,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 5 Juni 1947 ini.

Hj. Hizbiyah Rochim, S.Sos.I., M.A. adalah putri dari salah seorang pendiri NU, KH Wahab Hasbullah. Di masa mudanya hingga saat ini, beliau aktif mengikuti berbagai organisasi keagamaan, sosial dan politik.

Karena rekam jejak kerjanya yang bersih dalam karirnya di dunia politik, yaitu sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2004–2009 dan 3 periode sebelumnya, Bunda Hizbiyah sempat diangkat menjadi Anggota Badan Pengawas PD Pasar Jaya di bulan Oktober 2014.

Kini Bunda Hizbiyah maju menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Daerah Pemilihan I DKI Jakarta, yaitu meliputi Jakarta Timur.

“PPP saat ini sedang mengalami banyak ujian. Namun hikmahnya para kader PPP justru malah semakin militan menghadapi tantangan yang demikian,” jelasnya.

Bunda Hizbiyah memulai karier politiknya sejak tahun 1992 sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta selama tiga periode (1992-2004). Beliau merupakan sosok yang bersih dari korupsi dan ibu yang siap memperjuangkan aspirasi rakyat kecil terutama untuk kaum perempuan yang kerap terpinggirkan dan tak mampu memperoleh hak-haknya.

“Seperti para Buruh Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, apakah mereka mendapatkan hak-haknya? Seperti misalnya pengaturan jam kerja, jam istirahat dan waktu beribadah. Karena itu adalah hak-haknya yang harus terpenuhi,” paparnya.

Dari obrolan singkat dengan sosok Bunda Hizbiyah ini, peranperempuan.id yakin bahwa beliau merupakan “macan politik” yang bisa memperjuangkan hak-hak rakyat yang memiliki kemampuan untuk bekerja dengan baik. Apalagi ditambah pengalamannya yang sudah mengalami berbagai situasi dan kondisi politik di berbagai rezim, atau era pemerintahan.

“Masyarakat itu selalu berubah, dinamis, berbeda di tiap jamannya, kita sebagi wakil rakyat yang harus bisa mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Situasi dan kondisi masyarakat 5 tahun lalu, berbeda dengan tahun ini, karena itu akan selalu ada tantangan baru dalam tiap kontestasi Pemilu,” pungkas Hizbiyah yang harus segera bergerak lagi menuntaskan kerja-kerja kampanyenya yang sering dilakukan hingga jelang tengah malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here