Indonesia Akan “Di-Suriah-kan” Dipicu Demonstrasi Rusuh?

0
298

Ely Kasih

Di Suriah ketika muncul aksi demo besar-besaran dengan skenario yang sudah di rencanakan dengan matang untuk menentang pelantikan Bassar Al-Assad, mayoritas masyarakat disana menganggap gerakan kelompok tersebut hanyalah gerakan kecil yang tidak akan berpengaruh apa-apa, sehingga mayoritas waktu itu memilih diam dan hanya menjadi penonton.

Dan ketika para pendemo sudah mulai melakukan tindakan anarkis, mayoritas masyarakat Suriah yang 88,7 persen memilih Bassar Al-Assad tetap menganggap sikap anarkis pendemo dapat diatasi dengan mudah oleh Pemerintah karena massa pendemo hanya 11,3 persen, sehingga mereka yang mayoritas dengan lantangnya menyerukan mendukung pemerintah untuk menindak tegas para perusuh/anarkis.

Dan tibalah pada waktu ketika para Aparat menindak tegas para pendemo yang anarkis, disanalah terjadi penembakan yang menewaskan para pendemo, yang kemudian di framing pemerintah Bassar Al-Assad melanggar HAM dan difitnah melakukan pembantaian yang kemudian membuka pintu masuk para jihadis palsu dari Irak dan Libya dengan alasan membela kepentingan Rakyat dan membela kemanusiaan.

Pola kejadian di Suriah ini 99% mirip dengan kejadian di Indonesia saat ini, namun bedanya di Indonesia Jokowi hanya meraup jumlah pemilih 55,50 persen, sedang Bassar Al-Assad meraup 88,7 persen.

Semoga masyarakat Indonesia yang 55,50% memilih Jokowi tidak seperti masyarakat Suriah yang 88,7%, yang memilih diam disaat para pendemo menguasai panggung jalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here