Kenalkan Teroris, Ajarkan Tolerasi pada Anak

0
58

Aksi terorisme kembali menghantui Indonesia, sudah murung wajah negeri ini akibat perilaku tidak berprikemanusiaan itu. Minggu pagi 13 Mei 2018 diketahui 3 tempat ibadah terkena bom bunuh diri, mirisnya anak-anak pun terlibat dalam aksi keji tersebut. Disusul peristiwa bom di Sidoarjo.

Kita sebagai orang tua dan orang dewasa yang mampu menyaring dan memilah berita, tentunya resah. Bagaimana nasib bangsa kita ke depannya, bagaimana generasi muda di masa mendatang? Apabila anak-anak jelas di depan mata telah menjadi korban sekaligus alat bagi teroris untuk melakukan aksinya.

Kemendikbud kemarin dalam cuitannya menghimbau para orangtua di rumah dan guru di sekolah untuk mengenalkan terorisme kepada anak-anak. Diharapkan hal ini dapat menjadi banteng awal bagi generasi muda di masa mendatang agar tidak terjebak dalam faham yang salah dan bisa menjadi penerus bangsa yang berkualitas mengharumkan nama Indonesia.

Pengenalan awal tentang teroris kepada anak:

  1. Cari tahu apa yang mereka pahami

Bahas secara singkat terhadap apa yang terjadi. Ungkapkan fakta yang sudah ada dari media dan sumber yang diklarifikasi. Ajari mereka untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum jelas sumbernya (hoax).

  1. Hindari gambar dan adegan mengerikan

Kurangi paparan visual adegan dan gambar korban, terutama bagi anak di bawah 12 tahun. Ingat otak anak adalah spons yang mampu menyerap dengan cepat segala informasi dan akan tertanam dalam pikiran mereka setiap saat. Baik itu adegan yang menyenangkan ataupun mengerikan.

  1. Kenali karakter unik setiap anak

Identifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, bisa jadi respon mereka terhadap suatu peristiwa berbeda dengan saudaranya. Informasikan bahwa terorisme jarang terjadi, namun kita harus tetap waspada terhadap segala situasi. Ajarkan langkah dini menghadapi situasi darurat.

  1. Bantu anak mengungkapkan perasaannya

Setiap anak yang telah mengalami tragedi tentu memiliki emosi yang tersimpan. Untuk itu bantu anak untuk dapat mengarahkan kemarahannya dan kekesalannya ke hal positif. Jauhkan anak dari prasangka atau praduga terhadap kelompok atau golongan tertentu.

  1. Ciptakan rasa nyaman di lingkungan keluarga

Ruang diskusi dan komunikasi dalam keluarga adalah pondasi awal bagi orangtua untuk mengetahui seluruh perkembangan anak di luar rumah. Untuk itu ciptakan suasana yang nyaman bagi mereka untuk bercerita dan terbuka kepada keluarga.

  1. Ajak anak berapresiasi terhadap kinerja Polisi, TNI dan aparat penegak hukum

Bantu mereka untuk berani dan menghargai kinerja aparat hukum. Bahwasanya kita punya superhero yang baik dan membantu menumpas penjahat. Jika perlu siapkan nomor telepon darurat di tempat yang mudah mereka lihat dan jangkau, agar mereka tahu harus menghubungi siapa dalam keadaan bagaimana.

Dalam keadaan seperti ini, memantik isu SARA (suku, agama, ras, antar golongan) sangatlah mudah. Selain kita sebagai orang dewasa perlu berpikir jernih, juga diperlukan pemahaman tentang RESPECT kepada anak-anak. Karena mereka tinggal di daerah dengan keberagaman adat, suku, ras dan agama. Kembali menanamkan toleransi yang sudah didapatkan dalam pelajaran PKn, untuk diperkuat penerapannya di rumah.

R = RESPOND

Ajarkan ke anak untuk merespon dengan baik lawan bicara. Saat orang bicara dengan mereka biasakan untuk menatap matanya.

E = EXAMPLE

Berikan contoh bagaimana kita sebagai sesame manusia saling menghargai manusia yang lainnya, terlepas apapun latar belakang suku, adat, ras dan agamanya.

S = SPEAK

Daripada berbicara dengan nada menyindir atau mengejek, ajarkan cara berbicara yang baik dalam menyampaikan keluhan kepada teman sebayanya. Biasakan anak-anak untuk berbicara dengan nada rendah dan ucapan yang baik.

P = PROPERTY

Jagalah barang milik orang lain. Setelah meminjam atau memakai barang orang lain, biasakanlah untuk mengembalikannya dalam kondisi bersih dan prima, melebihi kondisi barang saat kita terima.

E = EARN

Tanamkan pengetahuan bahwa kita akan mendapatkan sesuatu lebih dari yang seharusnya apabila kita mengusahannya dengan bekerja keras. Sehingga anak-anak akan paham bahwa tidak ada sesuatu yang bisa didapatkan dengan cara instan.

C = CARE

Biasakan anak untuk berpikir apa akibat dari perbuatan mereka kepada orang lain. Berikan mereka beberapa opsi perbuatan yang didasari atas kepedulian terhadap orang lain.

T = TRY

Setiap harinya adalah kesempatan baru untuk dapat berbuat lebih baik, taat kepada agama dan menghormati orang lain. Jika hari ini mereka melakukan kesalahan, ajarkan anak-anak untuk dapat memaafkan diri sendiri dan terus berusaha menjadi lebih baik hari demi harinya.

Tindakan negatif dari pihak luar seringkali sulit kita cegah, namun setidaknya kita dapat memperkuat pertahanan dari dalam dimulai dari keluarga kecil kita sendiri, atau lingkaran kecil yang kita miliki. Kebaikan sekecil apapun jika dilakukan dengan tulus akan menular, begitu juga dengan kebaikan kecil yang kita pupuk kepada anak-anak sedari dini. Karena anak-anak adalah peniru ulung lingkungan sekitarnya.**

(Dikutip dari Kemendikbud dan artikel parenting lainnya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here