Keren! Indonesia Ajak Denmark dan Korsel Bangun Kemitraan Pembangunan Hijau

0
34
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Peluncuran Partnering for Green Growth and Global Goals (P4G) 2030 National Platform, bersama Menteri Lingkungan Hidup Denmark Leawermelin, Menteri Lingkungan Hidup Republik Korea Cho Myung-rae, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus A. Kristensen, Dubes Denmark, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom, Dubes Korsel, serta Wakil Duta Besar Belanda Ardi Stoios-Braken (24/2/2020). Foto: AsiaToday.id

Pemerintah Indonesia, melalui Bappenas, meluncurkan program Partnering for Green Growth and Global Goals (P4G) 2030. P4G merupakan kerja sama untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs), khususnya di bidang agrikultur, pangan, air, energi, kota berkelanjutan, dan ekonomi sirkular. Awalnya kerja sama tersebut diinisiasi oleh dua negara, yaitu Denmark dan Belanda.

“Di sektor-sektor SDGs ini beberapa negara bersama enam lembaga internasional dan beberapa institusi NGO internasional bergabung di sana dalam rangka percepatan SDGs. Nah Indonesia salah satu anggota dari 20 negara tersebut,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Suharso Monoarfa.

Untuk itu Presiden Joko Widodo menyampaikan melalui Menteri Perencanaan Pembanguan Suharso Monoarfa bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Partnering for Green Growth and the Global Goals (P4G) pada tahun 2022.

Dalam program ini, Indonesia menggalang kolaborasi internasional dengan menggandeng Denmark dan Korea Selatan. Menurut Suharso, Denmark berpengalaman dalam pengelolaan circular economy dan Korea Selatan memiliki pengalaman dalam pengelolaan sektor tata kota dan energi.

“Bappenas mendorong kerja sama multi pihak baik swasta, pemerintah dan stakeholder lain untuk ikut terlibat dalam rangka mencapai SDGs,” terang Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Senin (24/2/2020).

Suharso memandang, P4G sangat dibutuhkan dalam kerangka untuk mendorong keterlibatan pihak terkait lain termasuk dunia internasional untuk membantu pemerintah Indonesia mencapai tujuan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Melalui program nasional itu, perusahaan besar berskala internasional dan nasional yang fokus pada sektor perairan, energi, perkotaan, dan limbah atau sampah, bisa dilibatkan.

“Ke depan, kami akan mulai juga mengajak perusahaan menengah dan kecil untuk terlibat dalam program ini,” imbuhnya.

Dengan kerja sama ini, pihaknya siap terlibat penuh untuk mendorong Indonesia mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Jika kita ingin mencapai SDGs kita harus bekerja sama dan P4G adalah kemitraan konkrit antara pemerintah, negara, masyarakat sipil dan sektor swasta di area berbeda,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here