Ketika Para Konglomerat Berkumpul Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Galang Dana untuk Perangi Corona

1
8929
Kantor pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK)

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mendengar namanya, saya kok kangen ya, berkegiatan dengan yayasan yang satu ini. Saya adalah 1 dari ratusan relawan Tzu Chi di Indonesia dan saya masuk dalam kategori relawan putih biru (senior, bukannya sombong loh…). Saya seorang muslimah, sedangkan yayasan ini jelas sekali adalah yayasan Buddha yang didirikan oleh Master Cheng Yen dan berpusat di Taiwan. Tapi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia tidak mengajarkan tentang agama Buddha, melainkan mengajarkan tentang ajaran Sang Buddha Gautama yang welas asih terhadap sesama manusia. Itulah sebabnya, relawan yayasan ini terdiri dari berbagai golongan, suku, ras dan agama.

Tapi kali ini saya tidak ingin membahas soal itu. Yang ingin saya ceritakan kali ini adalah kiprah Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam hal kemanusiaan, terutama saat terjadi wabah virus corona covid -19. Yayasan yang membuka cabang di Indonesia sejak 1993 ini, sebenarnya bukan satu dua kali bergerak dalam hal kemanusiaan, karena memang misi dari Tzu Chi itu sendiri salah satunya adalah tentang kemanusiaan. Salah satu contohnya adalah ketika relawan Tzu Chi menjadi salah satu relawan yang pertama kali datang ke Meulaboh saat tragedi tsunami melanda Aceh tahun 2008.

Sudah bukan hal yang asing jika di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkumpul para Taipan atau kongklomerat Indonesia, sebut saja pemilik Sinarmas Grup, Artha Graha, Djarum, Agung Sedayu, Indofood Sukses makmur dan beberapa lagi lainnya. Kali ini Tzu Chi bersama para konglomerat itu menggalang dana untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19. Dana yang terkumpul pun tak tanggung-tanggung, yaitu sebesar Rp 500M. Nilai yang sangat besar bukan.

Dalam siaran resmi, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang sekaligus CEO DAAI TV Indonesia, Hong Tjin menyampaikan bahwa sinergi lintas pihak, melakukan penggalangan dana untuk donasi peralatan kesehatan bagi paramedis yang ditargetkan mencapai senilai Rp 500M.

“Kami mendapatkan informasi bahwa kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci memerangi pandemi Covid-19. Hal itulah yang mendorong sinergi dilakukan melalui penggalangan dana guna memberikan bantuan alat kesehatan” tuturnya selepas menyerahkan secara simbolis kepada ketua PBNU Bidang Kesehatan yang juga Pembina Tim COVID-19 PBNU, dr. Syahrizal Syarif di Kantor Badan Nadional Pengendalian Bencana (BNPB).

Kepala BNPB, Doni Monardo menerima Direktur grup Sinarmas Saleh Husin, Direktur Indofood Franky Welirang, CEO Agung Sedayu Alex Kusuma dan Relawan Yayassn Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjin di kantor pusat BNPB, Kamis (19/03/2020)

Di tempat terpisah, Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistyanto menyampaikan bahwa sejumlah nama perusahaan yang sudah konfirmasi akan berdonasi, antara lain Sinar Mas, PT Adaro Energy Tbk, Artha Graha Peduli Foundation, PT Djarum, Agung Sedayu Grup, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, berserta Triputra Grup.

“Kami masih menunggu pengusaha lain untuk kepedulian sosial ini,” ujarnya.

Pada hari Rabu (18/3) para pengusaha yang tergabung dalam KADIN bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, RSPAD Gatot Soebroto, RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan berupa APD, seperti baju isolasi, masker, kacamata, sarung tangan, ventilator untuk rumah sakit tersebut dan untuk Kementerian Kesehatan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani ngatakan bahwa seluruh penyaluran donasi berikut perusahaan yang berpartisipasi akan dilaporkan kepada Presiden secara berkala. Pihaknya juga terus berupaya mengimbau anggotanya agar ikut berperan aktif dalam kegiatan ini.

Tzu Chi akan menyalurkan donasi yang digalang secara bertahap akan berbentuk peralatan uji cepat (rapitd test kit) sebanyak 1 juta buah, 20.000 baju isolasi (coverall safety) 4 unit alat bantu pernafasan (ventilator), berikut 1 juta masker.

Penyaluran bantuan berlangsung di bawah koordinasi Kementrian Kesehatan dan BNPB.

Menurut Hong Tjin, dukungan lain yang dapat mereka berikan adalah dengan mengikuti semua arahan pemerintah seperti mekakukan pembantasan interaksi dengan pihak lain (social distancing) dan mengedepankan pola hidup sehat.

 

• RINA •

Seseorang yang doyan makan, tapi bisa masak. Suka baca dan sedang belajar jadi penulis.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here