Kisah Pahit Crazy Rich Indonesian Arini Subianto, Serta Tipsnya Untuk Berada di Posisi Puncak

0
58
Tribun

Majalah Forbes telah merilis daftar orang terkaya Indonesia yang berjumlah 50 di tahun 2018, dua di antaranya adalah perempuan yaitu Kartini Muljadi dengan total kekayaan 610 juta dollar AS dan Arini Subianto dengan total 665 juta dollar AS di peringkat ke-44. Jadi bisa dipastikan, Arini Subianto merupakan perempuan terkaya paling muda dalam daftar tersebut di usianya yang ke-47.

Arini Subianto adalah putri sulung dari mendiang Benny Subianto yang juga salah satu pengusaha besar di Indonesia. Ia mendapatkan kekayaannya sebagian besar dari bisnis kelapa sawit dan batu bara.

Arini juga menjabat di perusahaan induk milik keluarga, Persada Capital Investama yang memiliki 11 persen saham di perusahaan batubara raksasa, Adaro Energy, di mana Arini duduk sebagai komisaris. Persada juga memiliki investasi di bidang pengolahan kayu, pengolahan karet, property, perhotelan dan kesehatan.

Selain itu, saking cintanya pada buku dan menulis di jurnal harian, Ia bersama seorang rekannya Winfred Hutabarat mendirikan sebuah toko buku bernama Aksara yang tidak hanya menjual buku, tapi juga menjual CD dan beragam pernak-pernik.

Pencapaian Arini berada di posisi ini tentu tidak mudah, sebagai manusia biasa, ia juga kerap mendapat pengalaman pahit. Tahun 2012 lalu, suami Arini, Andre Mamuaya, meninggal dunia akibat kecelakaan. Ketika itu, Andre yang menjabat sebagai direktur PT Adaro Energy, mengendarai motor sport Ducati dengan kecepatan cukup tinggi dan menabrak sebuah mobil Toyota Innova yang membuât nyawanya melayang.

Detik

Bukan hal yang mudah bagi Arini menjadi single mom sepeninggal suaminya tersebut. Namun ia tetap berusaha untuk menjaga dan membesarkan kedua anaknya yang bernama Azaria Rafi Mamuaya dan Azel Rasyid Mamuaya.

Kematian sang suami juga membuat mindset Arini berubah. Dulu ia hampir selalu menolak untuk terlibat dalam dunia bisnis keluarga. Namun Arini Subianto berpikir, apa yang harus dilakukan kalau salah satu dari keluarganya tidak ada.

Akhirnya, Arini mulai memperlajari bisnis keluarga dan setelah ayahnya meninggal pada tahun 2017, ia mengambil alih perusahaan tersebut. Kesibukannya tidak lantas melupakan kedua anaknya yang masih membutuhkan sosok Ibu. 

Ia biasanya menolak ajakan makan malam di luar rumah karena ingin menghabiskan waktu bersama anak-anaknya saat makan malam. Arini Subianto ingin anak-anaknya punya hidup senormal mungkin walau kadang ia sendiri pun merasa down.

Arini berpendapat bahwa hidup harus seimbang. Ada saatnya bekerja, ada waktu untuk anak-anak, juga harus ada waktu untuk diri sendiri. Me time sangat penting untuk Arini yang biasanya ia lakukan ketika sebelum bekerja dan anak-anaknya pergi sekolah.

Untuk berada dalam posisi puncak, Arini pernah berata bahwa ada tiga karakteristik yang harus kita punya: kerja keras, integritas dan kegigihan.

Hal itu dibutuhkan di bidang apapun, di manapun. Itu menjadi tiga aset yang utama. Sebagai businesswoman yang sering tidak banyak didiskusikan secara terbuka adalah, untuk menjadi sukses semua perempuan harus mempunyai kepercayaan diri, bahwa mereka bisa mencapai hal tersebut.

Tapi tentu itu tidak terlepas dengan kerja keras. Mereka harus unggul, serva harus menguasai bidang mereka.



Sumber: Tribun








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here