Maeda Yoppy Terinspirasi dari Kisah Rakyat Kecil yang Menjelma Jadi Pemimpin Negeri

0
189
S. Maeda Yoppy Nababan kala menjadi aktivis memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang terpinggirkan.

Calon Anggota Legislatif dari PDIP untuk DPRD DKI Jakarta di Dapil 4, Maeda Yoppy Nababan sangat terkesan dengan sebuah kisah yang menginspirasinya dalam menjalani kehidupan. Yaitu kisah dari buku yang berjudul Taiko, sebuah novel yang diangkat dari sejarah Jepang, karya Eiji Yoshikawa.

Dalam buku tersebut dikisahkan ada seorang penjual jarum keliling yang terlahir dari keluarga samurai miskin dengan ibu seorang petani di wilayah Owari. Sebuah wilayah yang dikuasai oleh marga Oda. Saat masih kecil anak ini dipanggil dengan nama Hiyoshi, namun lebih banyak orang memanggil dia Si Monyet karena tampangnya mirip sekali dengan monyet.

Keinginan untuk dapat membuat senang ibunya menjadi semangat Hiyoshi untuk mencari rejeki. Banyak pekerjaan yang pernah dilakukannya, salah satunya ia pernah menjadi penjual jarum keliling ke berbagai provinsi sebelum diangkat menjadi salah satu pengikut Nobunaga Oda, pemimpin marga Oda. Dari sini dimulailah kisah-kisah besar yang Hiyoshi alami.

Selama bekerja pada Nobunaga posisinya berawal dari pembawa sandal, kemudian menanjak dengan sangat cepat, dia ditugaskan di dapur kemudian menjadi petugas penjaga kayu bakar dan akhirnya diizinkan untuk menjadi pemimpin dari pasukan infanteri.

Nobunaga memberikan nama yang kedua baginya yaitu Kinoshita Hideyoshi, sebagai rasa terima kasihnya setelah ia berhasil menjalankan tugas membangun benteng di Sunomata.

Hideyoshi pun selama masa itu melakukan banyak sepak terjang yang sangat tidak diduga-duga karena perlawanannya yang tanpa menggunakan peperangan melainkan melalui perundingan dan strategi dan taktik yang sangat sederhana namun berhasil.

Cara berpikir Hideyoshi ‘out of the box‘ pada jamannya. Lihat bagaimana Hideyoshi berpendapat dalam hal seperti ini:

Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau?

Nobunaga menjawab, “Bunuh saja!”

Hideyoshi menjawab, “Buat burung itu ingin berkicau.”

Kelak Hideyodhi pun bermetamorfosis menjadi seorang pemimpin negeri Jepang.

Kisah yang luar biasa dari Buku Taiko tersebut seperti menjadi cermin bagi caleg perempuan muda yang selama belasan tahun tak pernah lelah berjuang untuk masyarakat yang kerap terpinggirkan dan terampas hak-haknya.

S. Maeda Yoppy Nababan. Caleg DPRD DKI Jakarta dari PDIP nomor urut 6, di Dapil 4, Cakung, Matraman, dan Pulogadung

Saat ini Maeda Yoppy dari PDIP yang bernomor urut 6 di kertas suara, tengah aktif mengkampanyekan gagasan-gagasannya untuk rakyat kecil di wilayah Matraman, Cakung dan Pulogadung seperti memperjuangkan kepemilikan Rumah Susun dan membentuk Jaringan UMKM untuk kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga.

Ada 6 program kerjanya yang akan diperjuangkannya kelak jika terpilih duduk sebagai wakil rakyat di DKI Jakarta. Yaitu: 1. Mendorong gerakan tanam sayur hidroponik, 2. Membentuk jaringan ekonomi usaha kecil, 2. Memperjuangkan rusun murah dan layak untuk warga miskin, 4. Program Posyandu Lansia, 5. Rumah Aspirasi sebagai sarana kegiatan kaum muda, dan 6. Memperjuangkan peningkatan layanan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan dan administrasi kependudukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here