Majelis Riyaddun Nur: Pilpres 2019 Momen Panen Besar HTI

0
378
Habib Mukhsin bin Abdullah Al-Athos.

Dari laman Fanpage FB Majelis Riyaddun Nur, pada tanggal 22 April 2019, fanpage tersebut memposting sebuah tulisan yang menganalisa secara singkat apa yang terjadi di balik momen Pilpres 2019 ini. Berikut ulasan dari Majelis Riyaddun Nur yang kerap melakukan tabligh bersama Habib Mukhsin bin Abdullah Al-Athos.

Pilpres 2019 adalah Momen Panen Besar HTI

Daruratt…! Luangkan membaca.

Lupakan 01 dan 02 sejenak, mari berbicara tentang situasi darurat dimana rakyat (dibuat, red.) sudah tidak lagi percaya kepada pemimpinnya.

Sebelum masuk inti, mari kita fahami tentang AHLUN NUSROH HTI saat ini.

Tentu adalah gerbong Prabowo. Ingat ya, lepaskan masalah 01 dan 02, doktrin Hizbut Tahrir adalah menyerang penguasa, siapapun dia, dan akan mendekati pihak penolong (ahlun nusroh) yang bisa diajak menyerang penguasa.

Makanya tak heran, orang-orang di sekitar Prabowo saat sujud syukur tidak satupun kita temui dari partai koalisi yang ikut sujud syukur, justru kita melihat suasana saat itu bukan suasana pilpres. Jelas Prabowo dikelilingi pendukung-pendukung Hizbut Tahrir.

Hati-hati saudara….

Ini adalah permainan licik HTI mengambil kesempatan untuk memporak porandakan mental bangsa ini:

  1. Sasaran utama HTI adalah menggiring opini agar rakyat indonesia tidak lagi percaya kepada pemerintah dan membenci pemerintah. Atau terkenalnya adalah istilah cuci otak.
  2. Prabowo pasti ditinggalkan HTI, Prabowo adalah nasionalis sejati, langkah Prabowo dan HTI pasti bersebrangan, tidak mungkin seorang Prabowo ingin mendirikan negara KHILAFAH. Kalaupun Prabowo menang itu suatu bonus, setelah itu balik pemerintahan Prabowopun akan diintimidasi dan di-rong-rong terus…! Untung Prabowo kalah…! Jokowi-lah yang menang dan ini sangat menyakitkan bagi HTI. Mungkin tahun kemarin HTI dibubarkan, mungkin tahun depan Pak Jokowi akan tindak tegas bagi yang berani membuat halaqoh-halaqoh berbau HTI. Ingat Prabowo hanya dibuat tumpangan misi bejat HTI.
  3. Setelah dirasa HTI cukup memperoleh massa banyak dengan mengambil bagian untung dari politik Prabowo di situlah kemenangan HTI merebut hati rakyat Indonesia. Apa untungnya HTI? Rakyat sudah lagi tidak percaya pemerintah. Terbukti sudah rakyat mulai digiring oleh HTI (untuk, red.) tidak percaya Quick Count, tidak percaya Polisi, tidak percaya TNI, tidak percaya KPU dan ending akhirnya Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here