Mencemburui Rekan Kerja Suami

0
1359

Kehidupan bersosial tidak mungkin dapat Anda kotak-kotakkan. Anda tidak bisa melarang ataupun mengatur dengan siapa siapa saja suami Anda memiliki hubungan. Apalagi jika, suami Anda adalah seorang pekerja yang bergabung bersama sebuah organisasi atau perusahaan yang sudah pasti mempertemukan suami Anda dengan banyak lawan jenis mulai dari rekan kerja hingga klien.

Sebenarnya, wajar jika kebersamaan suami Anda dengan rekan kerja wanitanya membuat Anda resah. Lima hari dalam seminggu, ­nine to five, suami Anda bekerja dengannya, bahkan bisa saja, satu ruangan (divisi) dengannya. Lebih-lebih jika rekan kerja tersebut cantik, seksi dan menggoda. Bukan tidak mungkin keresahan Anda semakin menjadi-jadi.

Anda serba salah. Ingin melarang agar suami tidak dekat-dekat dengannya, sudah pasti sulit. Dalam suatu tim perusahaan dibutuhkan kerja sama dan “ultimatum” yang Anda berikan bisa menghambat profesionalitas kerja. Ingin membiarkan, rasa curiga dan cemburu nyaris tak mudah Anda bendung lagi. Meminta suami berhenti bekerja? Itu sih berlebihan, ya.

Cara terbaik adalah mempercayai suami namun tetap bersikap waspada. Jika dirasa kedekatan suami dan rekan kerjanya tersebut mulai menandakan ketidak wajaran, tidak ada salahnya Anda bicara baik-baik dengan suami. Selain itu, Anda juga bisa mencoba beberapa tips di bawah ini untuk mengetahui apa saja batasan-batasan mencemburui rekan kerja suami.

Pertama, Anda mungkin harus meningkatkan kepercayaan diri Anda. Percayalah bahwa Anda adalah seorang wanita yang layak dicintai suami. Salah satu ciri bahwa Anda kurang percaya diri ditandai dengan curiga berlebihan kepada suami, seperti meneleponnya setiap saat atau melarangnya pergi di luar jam kantor. Jika Anda bersikap begitu, itu hanya memicu pertengkaran. Cemburu buta tanpa bukti dan tanpa alasan. Namun, bersikap percaya diri pun harus dibarengi dengan rajin-rajin mengkoreksi diri. Jangan sampai karena terlalu percaya diri Anda jadi lupa akan kekurangan diri sendiri.

Selain itu, buatlah kesepakatan dengan suami untuk tidak membawa urusan kantor ke rumah. Mintalah suami mematikan ponselnya ketika sedang berada di rumah. Jika ada pekerjaan mendadak atau hal penting lainnya, mintalah kantor untuk menghubungi nomor darurat seperti nomor telepon rumah Anda. Atau jika tidak memungkinkan bagi suami mematikan ponsel lama-lama, takut ada urusan penting selain urusan kantor, milikilah beberapa ponsel dengan nomor berbeda. Pisahkan antara ponsel keluarga dan teman dengan ponsel khusus pekerjaan. Selain untuk mengendalikan cemburu, cara ini pun bisa membantu Anda dan suami mendapatkan quality time di rumah.

Hindari untuk mengawasi suami dengan berusaha mengakrabkan diri dengan rekan-rekan kantor lainnya kalau tidak benar-benar ada urusan penting. Melihat friend list di akun sosial media milik suami, mencari tahu siapa saja rekan kerjanya dan menjadikan mereka semua teman sosial media Anda adalah sikap yang berlebihan. Bisa-bisa suami ditertawakan.

Sekalipun Anda ingin mengenal semua rekan kerjanya sekadar untuk memberi tahu bahwa suami sudah memiliki Anda sebagai istri, cobalah dengan pendekatan yang wajar dan tidak terlalu mencolok seperti datang ke kantor dan membawa makan siang untuk rekan-rekan kerja suami sambil memperkenalkan diri. Cukup datang sekali saja. Dibanding mengirim friend request ke semua rekan kerjanya, cara demikian lebih terlihat normal. Anda akan meninggalkan kesan baik dan suami pun akan dikena sebagai rekan kerja yang menyenangkan bagi rekan kerja lainnya. Tidak ada salahnya Anda percaya bahwa suami mencintai Anda. Bukankah pernikahan terjadi karena sama-sama percaya bisa saling mencintai?




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here