Mengunggah Foto Daging, Warganet Kembali Mempertanyakan Agama Rina Nose

0
953
Brilio.net

Selepas memutuskan untuk menanggalkan hijab, gerak-gerik Rina Nose semakin dipantau oleh warganet. Apa pun pasti menuai banyak komentar. Mudah sekali ya ‘menandai’ seseorang, bahkan karena suatu alasan pribadi yang tidak merugikan siapa-siapa.

Keputusan wanita berdarah Sunda tersebut juga dikaitkan dengan isu pindah agama. Banyak pembahasan yang berusaha menunjukkan bukti-bukti, tapi tetap menjadi pertanyaan sampai sekarang. Baru-baru ini, perdebatan tersebut kembali muncul, karena mantan kekasih Fakhrul Razi ini mengunggah foto daging alias steak saat berlibur di Venice, Italia.

View this post on Instagram

Nikmat mana lagi yang kau dustakan 🤤

A post shared by Rina Nose (@rinanose16) on

Warganet beranggapan jika daging tersebut adalah babi. Namun, ada pula yang mengatakan kalau itu sapi atau domba. Semakin ditelisik, fokus malah berpindah ke gelas, di mana diperkirakan berisi alkohol.

“Sebenarnya ini orang muslim apa bukan, sih? Nggak jelas banget coba,” tulis pemilik akun unhagalela.

Rina pun menjawab, “Identitas agamamu aku hormati, aku punya cara sendiri yang juga bisa kamu hormati.”

Akun jhoe_shin tidak mau ketinggalan. Dia meninggalkan komentar, “Nikmat mana lagi yang kamu dustakan, maka beristiqamah lah untuk menjalankan kewajibanmu sebagai seorang muslim.”

Perempuan 34 tahun tersebut kembali menanggapi, “Maka, jalankan kewajiban sebagai manusia dengan menghormati manusia lain.”

Rina Nose memang tidak pernah bosan menanggapi keingintahuan warganet perihal agama yang dia anut. Alih-alih memberikan respons sinis, dia selalu menyampaikan dengan candaan khas. Misalkan, ketika berlibur ke Tokyo dan ditanyai mengenai keyakinan, dia menjawab, “Saya masuk angin.” Kemudian, dilanjutkan, “Gua mah gitu orangnya.”

Lantaran selalu memberikan pernyataan mengambang atau tidak tegas, warganet pun semakin menyimpulkan kalau Rina Nose memang berpindah keyakinan. Kalau muslim, tentu dengan bangga akan mengakui, pikir mereka.

Masalah kepercayaan memang sangat kompleks dan privasi. Menyimpulkan semudah itu bisa saja merupakan sebuah prasangka buruk. Berikan saja kebebasan pada orang lain mengenai jalan hidup yang diambil. Rina Nose sendiri pernah dikabarkan gemar membaca buku-buku filosofi. Hal tersebut tentu memperluas pikiran perempuan kocak ini.

Meski agama tidak bisa disandingkan dengan sains, karena ketuhanan tidak bisa dinalar, siapa bisa mencegah. Kita memang terlahir dengan pikiran yang berbeda-beda. Selama bermuara pada kebaikan, entah sekarang atau nanti setelah ‘pencarian,’ berhentilah untuk berargumen macam-macam.

Mengingatkan seseorang tentu boleh. Namun, kalau terkesan memaksakan? Daripada fokus pada orang lain, mulailah memperbaiki diri, dan bertanya apakah sudah tanpa cela? Toleransi. Coba terapkan poin ini. Timothy Keller mengatakan, “Tolerance isn’t about not having beliefs. It’s about how your beliefs lead you to treat people who disagree with you.”

 

HG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here