Misi Pemberdayaan Perempuan era Jokowi Terbukti Lewat Menterinya!

0
143

Bicara tentang Jokowi, tidak bisa kita lepas dari pembicaraan mengenai pemberdayaan perempuan. Jokowi melihat perempuan tidak berbeda dengan laki-laki. Secara kemampuan, secara potensi, secara keahlian dan secara kesetaraan, laki-laki dan perempuan itu sama.

Mengapa laki-laki dan perempuan itu sama? Karena mereka sama-sama diciptakan dalam kapasitas yang begitu besar.

Beda antara laki-laki dan perempuan hanya jenis kelamin, kemampuan bereproduksi, stamina, hormon dan beberapa hal yang tidak terlalu perlu dibesar-besarkan.

Joko Widodo, presiden Indonesia ini adalah presiden pertama di Indonesia yang merekrut para perempuan dengan proporsi yang paling besar dalam sejarah kepemimpinan indonesia. Jokowi tidak sembarangan atau “asal comot” perempuan begitu saja. Jokowi benar-benar menyortir.

Dan ketika sudah dirasa tidak ada yang lebih baik lagi, maka perempuan itulah direkrut menjadi menteri. Mari kita simak beberapa perempuan hebat di kementerian Jokowi.

Peranan perempuan di kabinet kerja Jokowi benar-benar membuahkan hasil. Yuk kita kenalan dengan beberapa menteri perempuan.

Sri Mulyani, menteri ekonomi.

Sri Mulyani adalah menteri ekonomi yang mengelola keuangan. Keuangan luar biasa dikelola olehnya. Alhasil, Indonesia terbangun. Kebijakan-kebijakan yang ada, benar-benar luar biasa berefek.

Tax Amnesty adalah gebrakan yang dikerjakan oleh Sri Mulyani, untuk mengembalikan harta Indonesia yang ada di luar negeri. Salah satu strategi luar biasa.

Retno Marsudi, menteri luar negeri.

Retno Marsudi ini adalah menlu perempuan pertama di Indonesia. Bicara tentang komunikasi, terkadang perempuan jauh lebih bisa didengar dan lebih bisa menyampaikan pesan dengan cara-cara tertentu.

Biasanya kita jarang sekali melihat perempuan dibantah oleh lawan bicaranya, seperti laki-laki. Jokowi mengetahui psikologi dalam berkomunikasi.

Letakkan perempuan sebagai marketing communicator agar semua berjalan lancar. Pesan yang sama, disampaikan laki-laki dan perempuan, akan mendapatkan reaksi yang berbeda. Hasilnya apa?

Banyak! Ratusan napi WNI yang siap dieksekusi mati, berhasil diloloskan oleh Ibu Retno ini. Ratusan. Pencapaian luar biasa bukan? Perempuan.

Susi Pudjiastuti, menteri kelautan dan perikanan

Dalam usianya yang sudah melewati angka 40-an, Susi ternyata masih belum lulus SMA. Ia akhirnya harus mengikuti paket C di usianya yang siap menjadi nenek itu. Tapi ternyata, Susi membuktikan bahwa tanpa gelar yang memadai, ia berhasil memajukan Indonesia.

Jokowi melihat potensi dan kekuatan Susi Pudjiastuti dalam memajukan kelautan dan perikanan di Indonesia. Ia membuat peraturan-peraturan yang berpihak kepada nelayan.

Semua hal yang dilakukan sampai saat ini, adalah untuk kemaslahatan nelayan, dan kemaslahatan biota laut di Indonesia.

Kebijakan-kebijakan Susi Pudjiastuti ini membuat negara-negara lain pun enggan untuk masuk ke laut Indonesia. Alhasil, ikan melimpah ruah dan menjadi milik bumi pertiwi ini.

Siti Nurbaya, menteri lingkungan hidup dan kehutanan.

Dulu, hutan itu berwarna merah. Sekarang berwarna hijau. Kenapa? Karena kebijakan menteri dan ketegasan kementerian LHK untuk melawan praktik pembukaan lahan dengan cara ilegal. Ratusan mafia diperkarakan.

Puan Maharani, menko pembangunan manusia

Membangun infrastruktur menjadi sebuah strategi awal dalam membangun manusia. Puan Maharani ini bukan sembarangan menteri. Dia ini memikirkan sekali bagaimana cara membangun bangsa ini, melalui pembangunan manusia.

Nila Moeloek, menteri kesehatan.

Nama Nila Moeloek memang tidak asing di dunia kesehatan. Pada kabinet Indonesia Bersatu II di bawah SBY, Nila nyaris menduduki jabatan menteri  kesehatan, akan tetapi tanpa alasan yang jelas, ia batal dilantik meski sudah mengikuti proses seleksi.

Nila yang juga merupakan istri dr. Farid Anfasa Moelok, Menteri Kesehatan di era presiden B.J. Habibie pada 1997 – 1999 dinilai sebagai sosok yang kaya akan pengalaman.

Sebenarnya masih banyak lagi seperti….

Yohana Susana Yambise – menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Rini Mariani Soemarno – menteri badan usaha milik negara. Mantan menteri sosial Khofifah Indar Parawansa yang menjadi gubernur Jatim saat ini.

Maka besar harapan, di era Jokowi, pemberdayaan perempuan sangat tinggi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here