Netizen Jayapura Bergerak untuk Korowai

0
423

Yulika Anastasia

Beberapa waktu belakangan ini, warganet di Kota Jayapura memberikan perhatian kepada Suku Korowai. Sejak kisah Puti Hatil tersebar di media sosial, netizen Jayapura ramai-ramai memberikan perhatian hingga memberikan kepedulian nyata dalam bentuk penggalangan bantuan.

Puti Hatil adalah bocah berusia 3 tahun, putri dari Daniel Ata, yang mengalami infeksi di bagian pipi, hingga pipinya berlubang. Daniel Ata, yang tinggal di Korowai Batu, Kabupaten Bovendigul rela siang malam berjalan kaki menyusuri rimba raya Papua demi mendapatkan pertolongan medis bagi puteri kecilnya. Beruntung, mereka bertemu dengan seorang pastor yang akhirnya membawa mereka ke Kota Jayapura sehingga Puti Hatil mendapatkan perawatan medis di RS Dian Harapan, Jayapura.

Kisah Puti Hatil ini, tersebar dengan cepat melalui media sosial. Netizen Jayapura pun ramai-ramai menjenguk Puti Hatil di rumah sakit. Kisah Putih Hatil ini pun, membuka mata warganet lebar – lebar mengenai realita kondisi masyarakat Korowai. Selain medan geografis yang sangat sulit, Suku Korowai dihadapkan pada persoalan kesenjangan pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan lain – lain.

Netizen Jayapura sontak bergerak. Berikut wujud kepedulian netizen dengan memberikan #korowaitaksendiri:

Sebagaimana diketahui, Suku Korowai tinggal di tengah rimba raya Papua, perbatasan beberapa kabupaten yakni Kabupaten Bovendigul, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat dan Kabupaten Yahukimo. Untuk sampai di tempat ini pun tidak mudah, karena harus menggunakan pesawat carter.

Di beberapa titik di Jayapura, warga Kota Jayapura mendirikan posko bantuan. Salah satunya di Gedung Dewan Kesenian, Imbi, Jayapura. Salah seorang relawan, Ikha Krisna, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya alumni SMU Negeri Dua Jayapura angkatan 2004 merasa prihatin dengan kondisi masyarakat Korowai yang diberitakan melalui media sosial.

“Kami komunitas 2004 Smunda ingin berbagi, dan untuk penggalangan dana hari ini kita bekerja sama dengan Komunitas Be Positif untuk penggalangan dana amal dijalan,” tuturnya.

Foto: Yulika Anastasia
Cosplay Transformer Bumble Bee untuk menarik pejalan kaki. (Yulika Anastasia)

“Kami koordinasi dengan dinas kesehatan, mereka sudah memberikan kelambu sejumlah 700 buah, kami menerima pakaian bekas, handuk, selimut dan obat – obatan. Hanya kita tidak tahu obat – obatan apa yang dibutuhkan disana, jadi kita fokuskan pada uang biar bisa dibelanjakan untuk obat – obatan,” urainya.

Ikha mengatakan posko relawan yang didirikannya bersama teman – temannya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Alam sehingga bantuan yang terkumpul dapat didistribusikan.

“Insya Allah minggu depan sudah sampai di Koroway,” kata dia.
Lebih lanjut, Ikha menambahkan jika ada netizen yang ingin memberikan sumbangan dapat menghubungi mereka melalui website www.kitabisa.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here