Nikmat Sederhana Simbok-simbok Kuli Panggul dari Perayaan Imlek

0
80
Sumber gambar: Vania Samperuru. http://v-recipes.blogspot.co.id/2012/10/trip-to-semarang-2-pasar-ggbaru-recipe.html

Pagi kemarin, Yuk Sal, bergegas datang ke Pasar Gang Baru lebih awal. Sebuah keranjang besar dari bambu, tergendong di punggungnya, bertali kain jarik usang yang telah pudar warnanya. Wanita paruh baya yang tinggal di bantaran sungai dekat Gereja Bongsari tersebut menaruh harapan besar bisa mendapatkan rupiah, lebih dari biasanya. Sebagai kuli panggul belanjaan di pasar Gang Baru, hari ini, merupakan salah satu hari istimewa bagi Yuk Sal untuk bisa mendapatkan rejeki tambahan.

Yuk Sal memanggul keranjang bawaannya. Foto: dok. Margaretha Diana

Sehari sebelum Imlek, para warga peranakan Tionghoa, yang tinggal di Kompleks Pecinan Semarang, berbelanja kebutuhan pernak pernik Imlek.

Di pasar, Yuk Sal tak sendirian, ada banyak perempuan paruh baya seusianya yang juga sudah berada di sana. Mereka mengantri, namun ada juga yang berkeliling, mencari pembeli yang membutuhkan jasa angkut barang yang mereka tawarkan. Satu per satu, gayung pun bersambut, tak hanya Yuk Sal, simbok-simbok panggul yang lainnya pun, langsung mendapatkan pelanggan.

Pasar Gang Baru, Semarang, jelang Imlek. Foto: dok. Margaretha Diana

Pemandangan di pasar tradisional Gang Baru  ini amat kontras, dengan isu rasisme antara Tionghoa dan pribumi akhir-akhir ini yang masih ditiupkan banyak pihak guna menimbulkan keresahan dan perpecahan. Di sini, semua berbaur menjadi satu, menghilangkan ke-aku-an serta kekakuan.

Penjual dan pembeli di pasar tersebut pun beragam, tak hanya para warga keturunan Tionghoa. Banyak ibu-ibu yang berhijab, yang asik saja berjualan di sana, berinteraksi dengan para pelanggannya, yang tak semua berhijab. Pun sama halnya dengan emak-emak serta engkoh-engkoh Tionghoa di sana, tak ada sekat. Kalau toh ada pembeli yang tak sengaja “nyasar” ke stan penganan yang mengandung babi, biasanya si penjual akan mengingatkan, bahwa makanan yang dijual, memakai daging babi sebagai campuran.

Suasana Pasar Gang Baru, Semarang. Foto: dok. Margaretha Diana

Perayaan Imlek tahun ini di Semarang, mungkin tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tapi bagi Yuk Sal, dan simbok-simbok lainnya, Imlek tahun ini, tetaplah istimewa. Karena tak hanya rejeki ekstra yang mereka dapatkan hari ini, tapi juga kesehatan, karena masih bisa bekerja seperti biasa. Betapa sederhana, tapi juga nikmat yang luar biasa.

Selamat Tahun Baru Imlek 2018, semoga di Tahun Anjing Tanah ini, banyak membawa kebaikan, seperti halnya tanah yang subur, yang menghasilkan pohon-pohon baik, denngan buah-buah kehidupan yang istimewa.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here