PeranPerempuan.id Gandeng FJPI dan Polda Papua Selenggarakan Diskusi dan Bukber

0
54
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli. Foto: dok. Yulika Anastasia

Peranperempuan.id gandeng Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Region Papua dan Polda Papua menggelar diskusi dengan tema “Jurnalis Meliput Pilkada Rawan Konflik”.

Kegiatan diskusi ini menghadirkan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Ralfi Amar dan peneliti Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Usep Hasan Sadikin. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta, yang terdiri dari pemimpin redaksi media, jurnalis dan jurnalis warga. Diskusi berlangsung di sebuah kafe, di Entrop – Jayapura pada Jumat sore (25/5).

Ketua FJPI Papua, Yuliana Lantipo, mengatakan FJPI mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap profesi jurnalis yang bekerja meliput pilkada di Papua, khususnya jurnalis perempuan. Pasalnya, stigma Papua sebagai daerah rawan paling rawan konflik masih melekat pada pelaksanaan pilkada dan pilgub Papua.

“Diskusi tentang jurnalis meliput pilkada rawan konflik di Papua diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang keselamatan dan cara bertindak dalam peliputan. Pada dasarnya, kami semua di Papua ingin pilkada berjalan lancar dan aman, tanpa adanya lagi kekerasan,” kata Yulan.

Kapolda Papua sarankan peliputan pilkada, jurnalis hendaknya dekat dengan aparat

Kapolda Papua, Boy Rafli Amar, dalam diskusi tersebut mengatakan merujuk pada rekomendasi Bawaslu, Pilkada serentak 2018 di Papua menjadi urutan pertama pilkada rawan konflik, Kepolisian Daerah Papua menyarankan jurnalis yang meliput pilkada di Papua untuk lebih dekat kepada petugas kepolisian di lapangan.

Ia menyebutkan pemberitahuan jurnalis kepada kepolisian setempat dalam rangka peliputan pilkada, bukan berarti ada pembatasan peliputan, tapi lebih kepada keselamatan kepada jurnalis itu sendiri.

“Jurnalis harus mengetahui, situasi peliputan rawan ataupun tidak rawan. Pesan saya, walaupun aktifitas pilkada ini bebas diliput, kita perlu koordinasi dengan kepolisian,” jelasnya

Untuk mendukung Pilkada Papua 2018 aman dan damai, kepolisian setempat telah melakukan sejumlah terobosan bersama tokoh masyarakat, agama, adat dan sejumlah tokoh lainnya, misalnya melakukan doa bersama, melakukan sosialisasi anti hoax dan ujaran kebencian dan juga deklarasi Pilkada Damai Papua.

FJPI, PeranPerempuan.id, bersama Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli. Foto: dok. Yulika Anastasia

Pentingnya Netralitas Media

Peneliti Perludem atau Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Usep Hasan Sadikin menyebutkan rawan konflik menurut penelitian perludem merujuk kepada kekerasan fisik. Saat ini, Perludem mencatat, kekerasan fisik di Papua lebih banyak dilakukan di luar pilkada.

“Siap tidak siap, Papua harus tetap melaksanakan pilkada secara langsung. Kami yakin masyarakat Papua bisa melakukan itu, karena tingkat ikatan antar kelompok masyarakat di Papua kuat dan keberagaman masyarakatnya tinggi,” jelas Usep.

Usep menyarankan dalam pelaksanaan pilkada, jurnalis sebaiknya dalam posisi netral alias menjaga netralitas.

“Meliput pilkada dari perspektif kepemiluan, dalam konteks Papua, yang tatanan politiknya belum mapan, jurnalis sebaiknya bersikap netral,” kata Usep di acara diskusi yang dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama (bukber) itu.

Lebih lanjut, Usep memberikan rekomendasi bagaimana jurnalis dalam menjaga netralitasnya yakni fokus pada isu-isu krusial, yakni hak pilih, penyelewengan wewenang, politik uang yang skalanya massif, sistematis dan terstruktur, paslon tunggal serta sistem noken dalam pemilu di Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here