Perempuan Ini Melepas Hijabnya, Dan Ia Dihukum 20 Tahun Penjara

0
132

Mungkin ada yang masih mengingat riuhnya gerakan women movement di seluruh dunia, bulan Maret kemarin. Serba serbi peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret, untuk tahun ini, memang diperingati hampir merata oleh seluruh perempuan di dunia ini.

Banyak wacana juga suara perempuan, yang diangkat dalam peringatan tersebut. Lewat tema utama, yaitu ”Time Is Now, Rural and urban activist transforming womens lives”, para perempuan di seluruh dunia, banyak melakukan langkah konkrit dalam menyuarakan kepentingannya.

Mulai dari gerakan #MeToo di Amerika Serikat, #YoTambien di Meksiko, Spanyol, Amerika Selatan dan sekitarnya, #QuellaVoltaChe di Italia, #BalanceTonPorc di Perancis, #Ana_kaman di Arab Saudi, serta gerakan #girls_enghelab_street di Iran.

Tapi untuk Iran sendiri, gerakan #girls_enghelab_street, sudah dimulai, jauh hari, sebelum bulan Maret. Di bulan Desember, ditengah keriuhan masa perempuan yang turun ke jalan, untuk memprotes kebijakan pemerintah Iran yang mewajibkan warga negara perempuannya berhijab, ada seorang perempuan, yang melakukan protes, dengan caranya sendiri yang tergolong unik, namun mencuri perhatian banyak orang, juga dunia.

Shapark Shajarizadeh, nama perempuan itu. Ia datang ke tengah keramaian masa yang berkumpul, naik ke sebuah tempat yang lebih tinggi diantara para masa yang berkumpul, lalu melepas hijab yang ada di kepalanya, mengikatnya pada sebatang kayu, kemudian dilambaikan diatas kepala, layaknya bendera yang dikibarkan.

Aksi nekat Shajarizadeh pada waktu itu, mencuri banyak perhatian dunia. Ia hanya berdiri seperti itu terus menerus selama satu jam, mengibarkan hijab putihnya, demi menyuarakan keinginan banya perempuan Iran, yang menginginkan kebebasan akan hak hidupnya, boleh memakai apapun yang ia inginkan, termasuk hijab.

Namun siapa sangka, aksi Shajarizadeh ini, harus dibayar dengan kenyataan pahit, hukuman 20 tahun kurungan penjara.

Miris bukan, saat banyak perempuan di seluruh dunia mulai bersatu, bersuara, juga melakukan banyak ’movement’ untuk mengikis praktek subordinat perempuan, justru di Iran, perempuan dipenjara, hanya karena bersuara, memperjuangkan haknya.

Tercatat ada 29 perempuan lain, yang ikut ditangkap bersama Shajarizadeh. Mereka-mereka ini, yang ditangkap adalah para perempuan yang juga turun ke jalan, pada bulan Desember tahun lalu. Dengan misi yang sama dengan Shajarizadeh, menuntut hak mereka, atas tubuh mereka dan keinginan mereka sendiri, untuk mau memakai hijab atau tidak, jika berada di ruang publik.

Kebijakan hukum syariah pemerintah Iran, terutama tentang hijab, memang selama ini telah mendapat banyak tentangan. Namun pemerintah Iran tetap saja bergeming, tak menghiraukan suara para perempuan disana. Para perempuan di Iran, wajib memakai hijab di muka umum, atau dikenakan denda sebesar 25 dollar, atau dipenjara, sesuai dengan keputusan pengadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here