Perseteruan Via Vallen Dan Jerinx Yang Makin Meruncing

1
70

Menanggapi permintaan maaf Via Vallen lewat unggahan instagramnya, Jerinx SID, yang juga menjawab pertanyaan Via Vallen, lewat akun instagramnya menulis,

“Kenapa saya cuma serang satu penyanyi? Karena utk tipe penyanyi genre tersebut, dia yang paling terkenal. Dan imbasnya bakalan besar untuk menyadarkan penyanyi lain yang baik sengaja/tidak-cari makan dengan cara merusak lagu orang lain.”

“Sama seperti bagaimana dulu hanya SID yang dilarang manggung oleh penguasa hanya kami menolak reklamasi Benoa, sementara band-band lain yang ikut menolak jobnya lancar-lancar saja.”

“Saya tak butuh lebih banyak ketenaran, SID sudah punya market yang setia sejak lama. Saya mengangkat isu ini sekarang, karena kami baru rilis album, dan tak mau lagu-lagu baru kami diperlakukan seperti SDTA.”

“Saya hanya ingin kesadaran. Jika tak paham akan lirik/esensi lagu SID, tolong jangan dirusak. Dan jika paham, lakukanlah dengan kesadaran dan itikad baik, untuk sesama, sejarah, masa depan, serta bumi pertiwi. terima kasih, JRX.”

Sebenarnya, agak susah kalau kita bicara materi di hadapan grup band Superman Is Dead. Karena kita bicara grup band yang memang terkenal keras kepala dengan caranya memandang dunia dan kehidupan. Lewat lirik-lirik dalam lagunya, mereka konsisten menyuarakan kritikan kepada pemerintah. Dan grup SID, boleh dibilang memang termasuk grup yang what the hell dengan yang namanya komersil.

Jerinx bahkan dengan tegas menolak, saat lagunya, diminta oleh salah satu tim kampanye Presiden, guna kepentingan kampanye, yang berjudul Jadilah Legenda. Alasannya simple, Perpres 51/2014 tentang reklamasi Benoa, belum juga dicabut oleh pemerintahan Jokowi. Sementara SID, adalah salah satu motor utama, gerakan penolakan reklamasi Tanjung Benoa, Bali.

Lagu Sunset Di Tanah Anarki, juga merupakan salah satu lagu yang punya isi pesan yang kuat, tentang perjuangan masyarakat, melawan para penguasa dan pemodal. Dan ya, terus terang saja, saat dibawakan oleh Via Vallen, soul dari lagu tersebut, memang hilang jadinya. Karena lagu ini memang bukan sekedar lagu yang bisa dinyanyikan seenaknya, lalu dipakai buat goyang bersama.

Sepertinya, Via Vallen memang harus belajar banyak, belajar untuk lebih humble lagi memandang hidup, berhati-hati dalam pilihan lagu-lagu yang akan dinyanyikan. Karena sebenarnya, ini pun bukan kali pertama, ia dianggap mencuri karya orang lain. Sebab sudah terjadi pula sebelumnya, lewat lagu Sayang, yang ternyata milik seorang musisi dari Jepang.

Jadi agak memalukan bukan, ketika banyak orang mengenal kita, hanya karena kita sering menjiplak karya orang lain, iya kan?

-MD-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here