Presiden Jokowi: “Saya Tau Kamu, Saya Sering Sebut 2-3 Kali di Pidato Saya”

0
12290
Presiden Jokowi menyalami Butet Manurung di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Desember 2018. Foto: akun FB Saur Marlina Manurung

“Saya tau kamu, saya sering sebut, 2-3 kali dalam pidato saya,” kata Bapak Presiden Jokowi sebelum Butet Manurung selesai memperkenalkan diri.

“Aku senang, terlalu senang, sampai-sampai hampir melayang menembus atap istana,” kisah Butet Manurung di akun FB-nya, Saur Marlina Manurung.

Perempuan pejuang pendidikan untuk anak-anak rimba ini bercerita singkat mengenai undangan dari Presiden RI dalam menindaklanjuti Kongres Kebudayaan Indonesia.

Butet menceritakan kesannya di akun FB-nya.

“Kami datang ber-40, yang menyebut diri budayawan. Aku bersyukur menjadi 1 dari sekitar 15 orang yang berkesempatan bicara tentang pentingnya pendidikan bagi 70 juta masyarakat adat di Indonesia, pendidikan yang mendukung penguatan tradisi nenek moyang dan yang mendukung mereka menentukan perubahannya sendiri. Aku juga bilang ingin hal itu dapat menjadi gerakan yang didukung oleh dana abadi kebudayaan Indonesia, dan bahwa Sokola siap membagi metode yang sudah kami jalankan 19 tahun ini.”

“Bapak Presiden juga terlihat semangat waktu aku bilang kami punya metode-metode khusus, termasuk metode baca-tulis 1 minggu sudah bisa.

“Semoga Tuhan semesta merestui perjuangan semua komunitas adat.”

Pada Hari Selasa, 11 Desember 2018, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan perwakilan seniman dan budayawan di Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB.

Presiden Jokowi dan para budayawan, 11/12/2018. Foto: Biro Pers Istana

Pertemuan ini merupakan inisiatif dari Presiden yang ingin menindaklanjuti strategi kebudayaan yang beberapa waktu lalu disampaikan kepada Presiden dalam acara Kongres Kebudayaan Indonesia.

“Saya ingin mendengar, berdiskusi, dan mendapatkan masukan-masukan mengenai yang disampaikan kepada saya kemarin, mengenai strategi kebudayaan sebagai sebuah arah umum untuk kemajuan kebudayaan 20 tahun yang akan datang,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Kepala Negara mengaku hanya ingin mendengar masukan-masukan dari para seniman dan budayawan kepada dirinya sebagai bahan pertimbangan Presiden dalam pengambilan kebijakan.

Kurang lebih sebanyak 37 seniman dan budayawan hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama sekira satu setengah jam. Tampak di antara mereka ialah penyair M. Aan Mansyur, pegiat tradisi Kasepuhan Abah Asep Nugraha, dan produser film berbasis budaya Abduh Azis.

Ada pula pegiat musik Jaya Suprana, penggerak sekolah rimba Butet Manurung, pegiat permainan rakyat Endi Aras, dan budayawan Edi Sedyawati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here