Putaran Uang di Industri Busana Muslim Rp 54 Triliun per Tahun

0
59

Kian kemari, dunia semakin mengapresiasi fesyen muslim dengan bermunculannya koleksi busana muslim dari kalangan label ternama mulai dari DKNY, Mango, Zara hingga Tommy Hilfiger bahkan pakaian olahraga pun kini disponsori oleh Nike.

Indonesia pun disebut-sebut akan menjadi pusat inspirasi busana muslim dunia karena selain menjadi negara dengan jumlah pemakai hijab terbanyak, Indonesia pun merupakan negara  pengekspor busana muslim terbesar kelima di dunia setelah Bangladesh, Turki, Maroko dan Pakistan. Hal tersebut membuktikan bahwa banyak peminat fesyen muslim di dunia yang mengenakan pakaian made in Indonesia.

Berangkat dari sana, Muslim Fashion Festival a.k.a MUFFEST terus saja digelar semenjak kemunculannya yang pertama di 2016. Perhelatan fesyen muslim terbesar ini merupakan kolaborasi Indonesia Fashion Chamber dan Dyandra Promosindo bersama desainer ternama tanah air. Untuk tahun ini, para desainer yang turut memeriahkan antara lain Barli Asmara, Oki Setiana Dewi, Sofie, Hannie Hannanto Norma Hauri, Vivi Jubedi dan El Hijab.

Selama lima hari pagelaran yang dimulai dari 19-22 April 2018 di JCC, MUFFEST mengadakan serangkaian kegiatan seperti fashion show, seminar, art installation dan perfoming art. Fashion Show dari berbagai desainer tersebut memberikan inspirasi bagi para pengunjung dengan 20 kali pertunjukan.

Untuk tren fesyen muslim sendiri, dituturkan oleh Sofie dan Hannie Hannanto, warna-warna bumi (natural) serta warna monokorom akan digemari pada tahun ini dan tren tersebutlah yang rencananya akan mereka bawa di panggung MUFFEST Fashion Show 2018.

Kemarin, Kamis (26/4/2018) Presiden Joko Widodo mengundang komunitas dan para pelaku usaha busana muslim di Istana Kepresidenan Bogor. Pertemuan ini digelar untuk mendengarkan langsung masukan-masukan sebagai bahan pertimbangan agar kebijakan industri fesyen muslim Tanah Air mampu bersaing di pasar internasional.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia saya kira kesempatan itu terbuka lebar di depan. Tetapi memang harus ada kerja sama yang baik antara desainer, pengusaha-pengusaha busana muslim, dan pemerintah,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Di hadapan kurang lebih 28 pelaku usaha, Presiden mengaku terkejut saat menghadiri pagelaran “Muslim Fashion Festival 2018” pada 19 April 2018 lalu dimana potensi dan talenta lokal di industri fesyen muslim begitu besar dan mampu bersaing.

“Saya melihat ada sebuah potensi, kekuatan, talenta-talenta dari desainer, kemudian juga dari pengusaha busana muslim untuk menguasai pasar, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Saya meyakini insyaallah kita akan bisa memiliki kekuatan besar dalam menguasai pasar busana muslim dunia,” tuturnya.

Presiden juga mendapat informasi bahwa dalam satu tahun, industri fesyen secara keseluruhan di Tanah Air memiliki nilai ekonomi sebesar Rp166 triliun di mana Rp54 triliunnya disumbang dari sektor busana muslim. Menurut Presiden, jumlah tersebut sangatlah besar. Namun, masih dapat ditingkatkan lagi.

“Saya tadi sudah menyampaikan kepada menteri untuk disiapkan sebuah forum di luar sehingga busana muslim kita lebih dikenal dan bisa menguasai pasar-pasar di negara lain,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here