Rose ‘Titanic’ hingga Adele, Menerima Diri Daripada Diet Bikin Frustrasi

0
4495
Credit Image: wowbiz.ro

Baru-baru ini—meski agak telat—saya membaca kumcer Om Tere Liye berjudul “Berjuta Rasanya”. Dalam cerita “Bila Semua Wanita Menjadi Cantik”,  Penulis berhasil membuka mata kita lebar-lebar tentang betapa kecantikan seorang wanita itu sangat amat relatif. Jika semua gendut, maka langsing adalah cantik. Bukan tidak mungkin jika semua langsing, maka gendut adalah cantik.

Saya juga pernah membaca sejarah kecantikan. Ternyata, pada masanya, cantik diukur berdasarkan ada atau tidaknya persediaan makanan dalam suatu daerah. Jika suatu daerah memiliki banyak persediaan makanan, maka cantik adalah langsing. Sebaliknya, jika suatu daerah kekurangan makanan, gendut adalah cantik. Sangat relatif, bukan?

Kini, pada sebagian besar negara di dunia, takaran cantik atau tidaknya seorang wanita dilihat dari kelangsingan tubuhnya. Gendut dianggap jelek, gendut jadi korban perundungan.

Biar cantik, segala metode diet dicoba. Dari yang ringan sampai yang ekstrem menyiksa diri.

Dan setelah itu semua … diet cenderung gagal.

Apalagi tanpa berkonsultasi dulu dengan ahli, main coba-coba.

Rasanya gagal diet tuh, kayak sudah berjuang, menahan diri mati-matian, tapi masih ada saja yang menceletuk, “Gemukan, ya?” Omaigat! Sedih!

Frustrasi? Maka, ini saatnya menerima diri. Ada kok, artis-artis yang meski memutuskan berhenti diet, tapi tetap cantik dan laku-laku saja, tuh!

Seperti contohnya, Kate Winslet. Setelah melahirkan anak yang ketiga, tentu saja tubuh Winslet melar bak emak-emak lainnya. Maka, Winslet berdiet. Namun, dia menegaskan bahwa dietnya kali ini bukan untuk penampilan melainkan lebih untuk kesehatannya. Dia konsisten menuntaskan tujuannya itu. Setelah dapat manfaat kesehatan, dia benar-benar memutuskan untuk berhenti diet.

 Adele pun mengambil keputusan yang sama. Pelantun “Someone Like You” ini berhenti berdiet setelah mengalami bulimia. Jadi, tiap habis makan, Adele akan merasa bersalah lalu memuntahkan kembali makanannya dengan berbagai cara. Menyiksa sekali, ya? Maka, dia kini lebih ingin sehat daripada ingin langsing. Dia menekankan kepada seluruh wanita agar bangga dengan keadaan diri sendiri. Dia mengatakan bahwa makan bukanlah sesuatu yang memalukan.

Artis lainnya yang memutuskan untuk berdiet adalah Demi Lovato. Seperti kita tahu, Demi sering dikritik karena berat badannya yang naik-turun. Demi memang mengaku, sangat sulit mendapatkan tubuh langsing. Namun, suatu hari dia sadar bahwa dirinya merasa stres karena memberi batasan pada apa yang akan dikonsumsi. Maka, daripada tertekan dan demi kebaikan mentalnya, dia berhenti berdiet. Kini, meskipun berisi, dia mengaku lebih sehat dan bahagia.

Sama halnya dengan Jessica Simpson. Artis cantik satu ini mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan setelah melahirkan. Dia menuai banyak kritik. Namun, Jessica bersikeras untuk tidak mengubah dirinya. Dia ingin penggemar mengenalnya lewat karya dan bukannya hanya melihat fisik.

‘Ingin dikenal lewat karya’ pun diidamkan oleh Kelly Clarkson. Penyanyi bertalenta satu ini merasa tidak perlu lagi berdiet karena penggemarnya menikmati suaranya, bukan fisiknya.

Saya pribadi, bukan sekali-dua kali mengalami gagal diet. Akhir-akhir ini, saya berdiet menggunakan metode jus pelangsing. Sekadar testimoni, langsing tanpa olahraga dan menjaga makanan sungguh mustahil. Memang sih, meminum jus tersebut cukup mengurangi nafsu makan, namun, diri ini menjadi cepat marah. Seperti dikatakan Demi Lovato, membatasi makan membuat stres, padahal stres adalah pemicu gemuk. Nah, lho!

Akhirnya, jika Anda memutuskan untuk berhenti diet, mulailah dari mencintai tubuh Anda lebih dulu. Asal tetap menjaga diri dari makanan tidak sehat dan rutin olahraga, Anda tetap menarik kok! Tampak sehat dan bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here