S. Maeda Yoppy Nababan Sukses Pasarkan Tenun Indonesia Sampai ke Kota Mode Milan

0
74

Berawal dari berbagai aktivitas yang belasan tahun ditekuninya yaitu sebagai aktivis sosial dan pendamping masyarakat terpinggirkan, S. Maeda Yoppy Nababan sukses membawa tenun tradisional Indonesia dipasarkan dalam sebuah perhelatan international di Kota Milan, Italia.

Sekitar tahun 2011, S. Maeda Yoppy Nababan bergabung dengan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendampingan ekonomi rumah tangga kecil, khususnya untuk kaum perempuan, ASPPUK (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil). Saat itulah ia melihat bahwa kerajinan kaum perempuan di berbagai daerah sesungguhnya memiliki potensi yang luar biasa, terlebih pada hasil tenun tradisional Indonesia yang kaya akan corak dan motif eksotiknya.

Dari situ, perempuan muda yang kini mencalonkan diri sebagai Caleg bernomor urut 6 dari PDIP untuk DPRD DKI Jakarta, berpikir untuk mengembangkan hasil tenun tradisional Indonesia menjadi end product (produk akhir) yang bisa langsung dijual karena memiliki fungsi tertentu, seperti tas, pakaian, sepatu, dompet, clutch, dsb. Jadi tenun tidak saja dijual hanya sebagai kain.

“Atasan saya di ASPPUK setuju dengan gagasan saya itu, lalu saya ditunjuk menjadi Manager Pengembangan Bisnis di ASPPUK,” ujar perempuan kelahiran tahun 1979 mantan ativis UI tahun ’98.

“Lalu mulailah saya membuka jaringan lebih luas lagi, bekerjasama dengan berbagai konveksi garmen, para desainer, dan yang paling penting para pendamping perempuan pengrajin tenun di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.

S. Maeda Yoppy Nababan menceritakan bahwa segala upayanya itu akhirnya bisa bergaung di kancah internasional saat suatu kali ia diundang untuk menghadiri sebuah Konferensi Internasional yang dihelat di kota mode, Milan, Italia.

Perempuan yang mengenyam pendidikan di jurusan Satra Jerman UI, hingga menamatkan S2-nya di Jurusan Filsafat STF Driyakarya ini tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menggelar Pameran Tenun Indonesia di sana.

Gayung bersambut, gagasannya untuk memasarkan hasil tenun tradisional Indonesia karya kaum perempuan dari berbagai daerah ini, diterima dengan baik oleh kalangan internasional. Eksotisme dari motif dan corak hasil tenunan dari Indonesia sungguh menarik minat bangsa-bangsa asing. Terlebih hasil tenunan itu menjadi end product yang langsung bisa digunakan oleh para pembelinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here