Terhitung sejak dibukanya pendaftaran sebagai relawan Covid-19, sebanyak 5.816 orang telah mendaftarkan dirinya sebagai relawan Covid-19. Pendaftatan secara daring ini mulai dibuka sejak  tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan tanggal 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.

Dari 5.816 orang yang telah mendaftar, kebanyakan yang mendaftar diri untuk tenaga non medis yakni 4.008  orang, sedangkan untuk relawan medis dan tenaga medis sebanyak 1.808 orang.

Menurut Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Dandi Prasetya dalam keterangannya di Gugus Tugas Percepatan Penanganam Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada hari Minggu, 29 Maret 2020 “Total relawan yang sudah mendaftar per tanggal 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB, ada sebanyak 5.816 orang”

Berdasarkan data yang masuk, para relawan itu mendaftar dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak mendaftar, yaitu sebanyak 1.445 orang, disusul dengan wilayah Jawa Timur sebanyak 559 orang, Banten 402 orang, dan Jawa Tengah 348 orang. “Terbanyak kedua dari DKI Jakarta yakni sebanyak 1.384 orang” katanya.

Bahkan menurut informasi lain yang diterima, tolal relawan yang telah mendaftarkan diri melalui Gugus Tugas sebanyak 8.763 orang yang terdiri dari 1.901 relawan medis dan 6.862 orang relawan non medis, dan akan digabungkan dengan masukan data relawan yang terdaftar di Kementrian Kesehatan sekitar 4.000 orang, dan juga relawan yang terdaftar di Kementrian Pendidikan sekitar 15.000 orang.

Sedangkan, dari 5.816 orang relawan yang mendaftar, berdasarkan grafik usia, para relawan yang paling banyak mendaftar berasal dari kelompok usia produktif yakni 19 – 30 tahun. Sebanyak 2.364 orang laki-laki dan 1.856 orang perempuan.

Kelompok usia terbanyak kedua yakni dari 31 – 40 tahun sebanyak 636 orang laki-laki dan 225 orang perempuan. Selanjutnya kelompok usia 41 – 50 tahun sebanyak 275 orang laki-laki dan 68 orang perempuan. Kelompok usia 51 -60 tahun sebanyak 75 orang laki-laki dan 25 orang perempuan.

“Kelompok usia  di atas 60 tahun juga ada 5 orang laki-laki” katanya lagi.

Selain itu, terdapat 85 orang laki-laki dan 48 orang perempuan yang terdaftar tanpa diketahui informasi mengenai umurnya.

BNPB sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah membuka pendaftaran untuk para relawan sejak tanggal 25 Maret 2020 dan pendaftarannya bisa dilakukan melalui laman deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19.

Sebagai informasi, desk relawan adalah platform digital nasional ini diinisiasi oleh BNPB dan dibantu oleh relawan kemanusiaan seperti MPBI, Save The Children, RedR Indonesia dan lainnya.

Tujuan dari deskrelawan ini adalah untuk membantu pendistribusian SDM relawan kepada organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang membutuhkan.

Sebelumnya, Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo mrngataksn bahwa tim relawan berperan penting dalam mengatasi wabah virus corona jenis baru tersebut.

“Relawan penting bagi kami hari ini, karena konsepsi dalam penaganan wabah Covid-19 ini, pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri” kata Doni di gedung BNPB Jakarta, Rabu (25/3).

Hingga Sabtu (28/3), DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah penderita COVID-19 terbanyak di Tanah Air dengan 603 pasien, di mana 42 orang sudah dinyatakan sembuh dan 62 orang meninggal dunia.

Direntang waktu yang sama, jimlah pasien COVID-19 di Indonesia total mencapai 1.155 orang. Dari. Jumlah tersebut, sebanyak 59 pasien dinyatakan sembuh dan 102 orang meninggal dunia.

 

• RINA •

Seseorang yang doyan makan tapi bisa masak. Suka baca dan sedang belajar jadi penulis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here