Sepuluh Riset Aneh Tentang Perempuan

1
182
Picture: pixabay

Perempuan adalah makhluk dengan segudang keunikan. Hal ini dikarenakan mudahnya pergantian suasana hati, sehingga berpengaruh ke perilaku. Para peneliti pun termotivasi untuk melakukan riset guna membuktikan pernyataan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan mengkaji sesuatu yang aneh. Apa saja hasilnya? Simak ulasan berikut.

  1. Perempuan Sangat Ingin Bercinta Pukul 23.21

Lovehoney, sebuah produsen sex toys, melakukan riset dan ditemukanlah fakta ini. Padahal, gairah pria berkebalikan, pukul 08.54 pagi. Sementara pada perempuan, persentasenya hanya 11 persen. Lantas, bagaimana menentukan titik tengah? Sepertinya sang suami harus mengalah, ya. Dia mungkin bisa memasang alarm pada saat keramat tersebut.

  1. Orgasme Wanita Meningkat Karena Kaus Kaki

Seorang ahli saraf asal Belanda, Gert Holstege, secara tidak terduga menemukan fakta bahwa kaki bisa memicu orgasme, baik laki-laki atau perempuan. Hal ini lantas memotivasinya melakukan penelitian lanjutan. Subjek terdiri dari 13 pasangan dan diminta untuk merangsang, melibatkan alat pemindai otak untuk pemantauan. Sebelum mereka menggunakan kaus kaki, persentase hanya setengah. Namun, setelahnya meningkat 30. Menurut Holstege, kaus kaki meningkatkan rasa nyaman, sehingga hubungan seks itu terasa lebih menyenangkan.

  1. Melihat Monyet Kawin Membuat Perempuan Terangsang

Delapan tahun lalu, Meredith Chivers, seorang Direktur Lab Seksualitas dan Gender, ingin mencari tahu keinginan perempuan yang sebenarnya. Alhasil, dia melakukan penelitian dengan melibatkan subjek besar-besaran. Dia menampilkan gambar-gambar untuk mengetahui seberapa terangsang mereka. Guna memaksimalkan, Chivers menghubungkan sebuah alat ke vagina mereka. Di luar dugaan, monyet kawin membuat semuanya terangsang, ketimbang klip pria masturbasi atau ciuman sesama jenis.

  1. Pria Vegetarian Lebih Menarik di Mata Perempuan

Penelitian ini dilakukan oleh Macquarie University, Australia, dalam acara Business Insider. Pria vegetarian diminta memakai kaus dan berolahraga. Lalu, tugas para perempuan adalah mencium aroma keringat. Mereka menyukainya, karena berbau segar. Berbeda dengan pria pemakan junk food, gorengan, roti, pasta, atau makanan berkarbohidrat tinggi lain.

  1. Bentuk Bibir Bisa Memprediksikan Orgasme

Menurut Journal of Sexual Medicine, 2011, menemukan fakta bahwa perempuan yang memiliki lekukan bibir bagian atas (tubercle) yang mencolok lebih mudah mengalami orgasme vaginal. Walau penelitian ini menuai kontroversi, tapi peneliti menjelaskan kalau tujuannya sangat penting dan berdampak panjang.

  1. Pria Murah Senyum Kurang Menarik

Penelitian ini diterbitkan oleh American Psychological Association. Studi dilakukan dengan meminta responden melihat foto pria yang tersenyum. Kemudian, Jessica Tracy, pemimpin kajian ini serta seorang psikolog, menyimpulkan bahwa perempuan justru tidak menyukainya. Terlihat kurang macho dan misterius mungkin, ya.

  1. Karier Cemerlang Membuat Perempuan Lebih Mudah Berselingkuh

Penelitian yang satu ini pasti membuat perempuan bersungut-sungut. Sayangnya, 1.500 subjek (pembaca majalah bisnis yang punya berbagai jenis jabatan) Joris Lammers, profesor Tilburg University, Belanda, membuktikannya. Dia menyimpulkan bahwa berselingkuh di sini adalah cara untuk memenuhi “hasrat” menjalani sebuah tantangan. Berselingkuh bukan lagi dipandang sebagai cacat moral, tapi kekuasaan serta kesempatan.

  1. Pria Beruban Lebih Menawan

Situs kencan daring, match.com, mengungkap bahwa 72 persen perempuan menyukai pria beruban. Hal ini dikarenakan uban memancarkan pesona tersendiri, memunculkan kesan dewasa, ramah, dan bijaksana. Wah, atau jangan-jangan responden banyak yang mempunyai sindrom electra complex.

  1. Hari yang Membuat Perempuan Merasa Cantik dan Jelek

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan kosmetik British St. Tropez (melibatkan 2000 subjek) menemukan fakta bahwa perempuan merasa dirinya terlihat tua pada Senin. Sementara tidak cantik pada Rabu pukul 15.30. Hal ini dikarenakan penumpukan stres pada pekerjaan. Kemudian, Jumat yang menjadi masa terakhir bekerja, membuat perempuan terlihat menarik. Penjelasan ilmiahnya adalah tubuh memproduksi hormon kebahagiaan dua kali lipat, sehingga berpengaruh ke tampilan.

  1. Usia 29 Adalah Masa Keemasan Perempuan

Kenapa malah menjadi masa keemasan, padahal sedikit lagi menginjak kepala tiga? Survei yang dilakukan di Inggris menyimpulkan bahwa 29 merupakan fase di mana perempuan mencapai kepercayaan diri penuh, merasa dicintai, dan senantiasa merasa cantik. Bahkan, 17 persen di antaranya tidak masalah keluar tanpa polesan.

Dari sepuluh penelitian, mana yang pernah kamu alami? Aneh, memang, tapi kembali ke awal, bahwa perempuan adalah makhluk dengan segudang keunikan.



Web Analytics Made Easy - StatCounter


1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here