Sesmenpora: Atlet Masih Gadis atau Tidak, Bukan Standar Olahraga

0
260
Ilustrasi by pixabay

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menyampaikan, “Seorang atlet, masih gadis atau tidak itu bukan standar, tidak ada alasan seperti itu. Kepada semua cabor (cabang olahraga) untuk hati-hati seandainya ada pencoretan (atlet) karena tingkat kegaduhannya sangat tinggi sekali. Jika pun ada pencoretan harus objektif (alasannya).”

Hal ini diungkapkan Sekretaris Kementerian Olahraga menanggapi kejadian gagalnya seorang atlet senam Indonesia mengikuti Sea Games 2019 di Filipina, karena ada tuduhan atlet perempuan tersebut sudah tidak perawan.

Gatot juga menyampaikan bahwa pencoretan Shalfa dengan alasan karena sudah tak perawan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Akibat alasan yang dibuat-buat ini telah menjatuhkan mental sang atlet dan membuat malu diri dan keluarganya. Akhirnya Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani), memutuskan untuk memecat pelatih yang menyebut Shalfa Avrila Siani tidak perawan.

PB Persani segera menindak tegas pelatih yang memulangkan atlet senam artistik Shalfa Avrila Siani dengan tuduhan sudah tak perawan.

“Yang jelas kami harus mencabut secara kepelatihan. (Pelatih) harus berhenti karena akan berdampak tidak baik nantinya,” kata Ketua Umum PB Persani, Ita Yuliati di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat 29 November 2019.

Ita mengungkapkan, bahwa hal ini sudah dikategorikan sebagai kasus pelecehan seksual di cabang olahraga senam Indonesia.

Shalfa selama ini telah berprestasi dengan meraih 49 medali. Ia juga dua kali mendapatkan Piagam Satya Yasa Cundamani, sebuah penghargaan tertinggi dari Pemkot Kediri. Bahkan terakhir mendapat medali perunggu dalam Asian School.

Ibunda Shalfa, Ayu Kurniawati mengatakan, putrinya telah berjuang keras demi menggapai cita-citanya memperkuat tim Indonesia di ajang SEA Games 2019.Shalfa mulai masuk pelatnas sejak tiga pekan lalu. Sejak saat itu, Shalfa berpisah dengan orang tuanya.

Ayu mengatakan, tuduhan tim kepelatihan itu sangat mengagetkan keluarganya. Pihak keluarga langsung menjemput Shalfa di pelatnas SEA Games di Gresik. Tak yakin dengan tuduhan pelatih, keluarga kemudian memeriksakan siswi kelas 3 SMA itu ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri.

Ternyata dari hasil pemeriksaan tim dokter selaput dara atlet yang telah mengumpulkan 49 medali itu masih utuh.

“Ya, syok, nggak nyangka. Sama pelatihnya dilempar begitu saja, nggak ada surat, nggak ada pemberitahuan langsung disuruh pulang. Alasannya, anak saya sering pulang malam dan sudah tidak virgin. Katanya, selaput daranya sudah robek kaya orang diperkosa,” katanya.

Setelah diperiksa di RS Bhayangkara, Ayu mengaku lega karena Shalfa masih perawan dan tidak seperrti yang dituduhkan.

“Saya merasa legal karena hasilnya masih virgin kata dokternya. Tetapi pihak pelatih meragukan hasil itu. Katanya harus dites lagi di Rumah Sakit Petro,” kata Ayu.

Ayu menyatakan anaknya saat ini terpukul dengan kejadian yang telah menimpanya, apalagi pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit itu menunjukkan alasan pelatih tidak terbukti.

Ayu mengaku sudah menggandeng kuasa hukum untuk mengadukan masalah ini ke berbagai pihak, bahkan kepada Presiden Joko Widodo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here